NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas menolak rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memperluas kendali militer atas wilayah Gaza hingga 70 persen.
PBB menekankan bahwa kedaulatan penuh atas wilayah tersebut mutlak berada di tangan rakyat Palestina.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan penegasan tersebut dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Kamis (28/5).
Dujarric menyatakan bahwa 100 persen wilayah Gaza seharusnya menjadi milik rakyat Palestina, bukan Israel. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap laporan ambisi perluasan wilayah yang direncanakan oleh pemerintahan Netanyahu.
PBB terus mendesak Israel untuk segera menarik mundur pasukannya dari wilayah pendudukan di Gaza, termasuk dari zona “garis kuning” yang saat ini dikuasai militer. Selain fokus pada krisis di Gaza, Dujarric juga menyoroti upaya diplomasi global terkait wacana perpanjangan gencatan senjata Iran selama 60 hari.
“Kami berharap konflik ini segera berakhir, dan kami ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali untuk navigasi yang bebas dan tanpa hambatan,” ujar Dujarric. Ia mengakui bahwa saat ini dunia internasional kembali berada dalam posisi yang tidak menentu terkait stabilitas jalur maritim tersebut.
Di akhir pernyataannya, Dujarric juga menyampaikan pesan dari Sekretaris Jenderal PBB yang menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden serangan drone di Galati, Rumania. PBB terus memantau situasi keamanan lintas kawasan demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
#PBB #Gaza #Palestina #ZionisIsraelLaknatullah #DiplomasiDunia
#FypFBproPemula #JangKauanSemuaOrang













