Example 728x250
Opini

Makna Qurban: Mengikis Keserakahan Melalui Berbagi

268
×

Makna Qurban: Mengikis Keserakahan Melalui Berbagi

Sebarkan artikel ini

By: Wahyudi El Panggabean

“Mereka yang memiliki banyak selalu serakah. Mereka yang memiliki sedikit selalu berbagi” (Oscar Wilde_Penyair Irlandia)

Ibadah qurban adalah wujud syukur dan manifestasi kepedulian sosial umat Islam. Melalui daging qurban yang didistribusikan, kita diajarkan untuk mengikis sifat serakah dengan menyisihkan sebagian rezeki.

Ini menjadi sarana menyebarkan kebahagiaan dan kasih sayang secara merata, khususnya kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Hakikat Berbagi dalam Islam

Kutipan dari Oscar Wilde yang menyatakan, “Mereka yang memiliki banyak selalu serakah. Mereka yang memiliki sedikit selalu berbagi,” memberikan refleksi moral yang mendalam.

Dalam perspektif Islam, sifat kikir atau serakah adalah penyakit hati yang dapat merusak keberkahan harta.

Sebaliknya, mereka yang hidup dalam keterbatasan sering kali memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi, karena mereka memahami beratnya penderitaan dan arti sebuah pemberian.

Agama Islam sangat mengecam sikap serakah dan menyanjung tinggi semangat saling memberi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an mengenai kewajiban untuk memperhatikan hak anak yatim dan kaum miskin:

Mereka bertanya kepadamu (tentang) apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, ‘Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaklah diberikan kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 215).

Qurban: Bukti Cinta dan Solidaritas

Qurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan semata. Lebih dari itu, ibadah ini melatih kepekaan dan solidaritas umat. Perintah untuk berbagi ini diabadikan secara tegas dalam Al-Qur’an:

Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2).

Ayat ini adalah instruksi langsung agar kita mensyukuri nikmat dengan ketaatan beribadah dan kepedulian sosial. Saat kita mendistribusikan daging qurban kepada mereka yang berhak—seperti para dhuafa dan anak yatim—kita tengah menyambung tali persaudaraan.

Rasulullah SAW bahkan memberikan kedudukan yang sangat istimewa bagi mereka yang peduli terhadap anak yatim:

Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.

Menghapus Kesenjangan

Ketika semangat berbagi diwujudkan melalui momentum qurban, kesenjangan antara si kaya dan si miskin akan melebur. Harta yang melimpah tidak lagi menjadi alat untuk menumbuhkan keserakahan, melainkan menjadi jembatan amal yang membawa manfaat bagi sesama.

Mari kita jadikan ibadah qurban di tahun ini sebagai momentum pembersihan diri.

Dengan menyalurkan hewan qurban kepada yang membutuhkan, kita tidak hanya menunaikan perintah agama, tetapi juga menebar kebahagiaan bagi anak yatim dan dhuafa yang jarang menikmati hidangan daging.

Pastikan ibadah qurban Anda tepat sasaran dengan menitipkannya melalui lembaga-lembaga terpercaya di Indonesia agar penyalurannya lebih merata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *