Example 728x250
Pendidikan

Pecahkan Rekor, Zadrian Ardi Jadi Guru Besar Termuda Universitas Negeri Padang

34
×

Pecahkan Rekor, Zadrian Ardi Jadi Guru Besar Termuda Universitas Negeri Padang

Sebarkan artikel ini

Padang – Dr. Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons., mencetak sejarah sebagai Guru Besar termuda di Universitas Negeri Padang (UNP). Melalui SK yang diperkirakan TMT 1 Agustus 2026, Kepala Departemen Bimbingan dan Konseling ini meraih jabatan akademik tertinggi tersebut pada usia 36 tahun 2 bulan.

Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Prof. Anto Komaini (36 tahun 4 bulan).

Meskipun memecahkan rekor, dosen kelahiran 1 Juni 1990 ini mengaku tidak pernah menjadikan rekor sebagai target utama. “Target itu ada, tetapi tidak ekstrem. Yang penting setiap tahap bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya dalam kegiatan “Pakar UNP”, Selasa (28/7/2026).

Setia pada Almamater (Darah Murni UNP)

Zadrian merupakan alumni murni UNP. Beliau menempuh seluruh jenjang pendidikannya di kampus ini:

2008–2012: S1 Bimbingan dan Konseling

2012–2014: S2 Bimbingan dan Konseling

2015: Lolos CPNS UNP setelah sempat menjadi dosen kontrak

2018–2021: S3 Doktoral di UNP (setelah rencana beasiswa luar negerinya tertunda)

Karier dan Kunci Konsistensi

Karier akademiknya melesat dari Asisten Ahli (2017), Lektor, Staf Ahli Rektor (2021–2023), Lektor Kepala, hingga memimpin Departemen BK (2023–2028).

Pria yang juga aktif membagikan ilmunya di TikTok ini membagikan tips suksesnya:

Disiplin Target Harian: Memecah tugas besar (seperti artikel ilmiah) menjadi target-target kecil setiap hari.

Work-Life Balance: Menjaga keseimbangan kerja dan keluarga. Akhir pekan sepenuhnya didedikasikan untuk keluarga.

Riset tentang Stres Akademik

Kepakaran Zadrian berfokus pada Teknologi dan Media dalam Bimbingan dan Konseling. Disertasinya mengembangkan model konseling daring untuk mereduksi stres akademik siswa yang dipicu oleh beban tugas, ekspektasi orang tua, dan ketakutan gagal.

Layanan berbasis teknologi ini dirancang agar lebih mudah diakses oleh peserta didik. Bagi Zadrian, esensi pencapaian ini adalah kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. sumber: website.unp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *