Example 728x250
Opini

Terbanglah Setinggi Elang, Bukan Berkerumun Mencari Sampah Seperti Lalat

12
×

Terbanglah Setinggi Elang, Bukan Berkerumun Mencari Sampah Seperti Lalat

Sebarkan artikel ini
  • Di alam liar, elang dikenal sebagai burung pemangsa yang terbang sendirian atau dalam kelompok kecil di ketinggian ekstrem.

Mereka memiliki penglihatan tajam untuk mencari mangsa yang segar dan sehat. Sebaliknya, lalat sering berkerumun dalam jumlah besar di tempat-tempat kotor, membusuk, dan penuh dengan sampah.

Metafora ini sangat relevan untuk menggambarkan cara manusia memilih lingkungan, fokus pikiran, dan standar kualitas hidup mereka.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi yang menjatuhkan martabat.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah, menggambarkan bagaimana bahayanya orang yang hanya sibuk mencari-cari aib atau keburukan orang lain:

“Seburuk-buruk manusia adalah yang hanya sibuk mencari aib atau kekurangan orang lain, ibarat lalat yang selalu mencari tempat yang luka atau kotor.”

Sebaliknya, Allah lmemerintahkan manusia untuk senantiasa mencari kebaikan dan berlomba-lomba dalam amal kebajikan (fastabiqul khairat). Dalam Surah Al-Baqarah ayat 148, Allah berfirman:

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana pun kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Dalam dunia psikologi, fenomena “lalat” sangat erat kaitannya dengan negativity bias (bias negatif) atau terjebak dalam sindrom mentalitas korban (victim mentality).

Psikolog terkenal Carol Dweck dari Universitas Stanford mengemukakan konsep Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang) dan Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap).

Seseorang dengan Growth Mindset diibaratkan seperti elang; mereka melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang, belajar dari kegagalan, dan tidak membuang waktu untuk meratapi keadaan atau mengeluhkan keburukan orang lain.

Sementara itu, individu dengan Fixed Mindset cenderung menyalahkan lingkungan dan fokus pada kelemahan, mirip dengan lalat yang hanya tertarik pada kotoran di sekitarnya.

Psikolog klinis juga sering mengingatkan bahwa lingkungan pertemanan dan informasi yang kita konsumsi setiap hari akan membentuk perilaku. Berada di lingkungan yang negatif secara konstan akan memicu kecemasan dan menghambat potensi diri.

“Elang tidak terbang bersama burung pipit, melainkan terbang sendirian di ketinggian yang tidak bisa dicapai oleh burung lain.” — Dr. A.P.J. Abdul Kalam

“Burung elang terbang tinggi bukan untuk menghindari badai, melainkan untuk menggunakan angin badai tersebut agar bisa terbang lebih tinggi dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.” — Jack Canfield

“Kualitas hidup Anda sangat ditentukan oleh kualitas pikiran dan lingkungan yang Anda pilih untuk tumbuh.” — Eleanor Roosevelt

Bagaimana Menjadi Elang?

Untuk mengubah mentalitas dari ‘lalat’ menjadi ‘elang’, terapkan beberapa langkah praktis berikut dalam kehidupan sehari-hari:

Fokus pada Solusi:
Ketika menghadapi masalah, jangan menghabiskan energi untuk mengeluh atau mencari siapa yang salah. Jadilah seperti elang yang fokus pada tujuan besar di depan.

Kurangi Ghibah:
Batasi interaksi dengan informasi yang tidak membangun atau percakapan yang menjatuhkan orang lain.

Perluas Wawasan:
Terus belajar dan tingkatkan kapasitas diri agar Anda dapat melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas dan objektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *