Example 728x250
Hukum & Kriminal

Ketua Parlemen Turki Sebut Israel Gunakan Terorisme untuk Pecah Belah Kawasan

8
×

Ketua Parlemen Turki Sebut Israel Gunakan Terorisme untuk Pecah Belah Kawasan

Sebarkan artikel ini

ANKARA – Ketegangan di Timur Tengah dinilai bukan sekadar konflik wilayah biasa, melainkan bagian dari desain besar untuk memecah belah kawasan. Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmuş, menegaskan bahwa tujuan utama Israel saat ini adalah memperuncing konflik dan mengobarkan perselisihan antar-masyarakat regional agar mereka terjebak dalam perang saudara.

Dalam pertemuan strategis bersama perwakilan organisasi masyarakat sipil dan tokoh opini publik di Provinsi Kırşehir, Turki Tengah, Kurtulmuş membeberkan eskalasi militer Israel yang terus meluas. Berdasarkan laporan yang dihimpun Pars Today melalui IRNA, agresi Israel kini tidak lagi terbatas pada wilayah Palestina seperti Gaza dan Tepi Barat, melainkan telah meluas menjadi serangan multi-front yang menyasar Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, hingga Qatar.

“Konflik yang terus dipelihara ini telah mengubah seluruh kawasan menjadi medan api,” ujar Kurtulmuş merujuk pada situasi ketidakamanan yang kian kronis.

Proksi Teror dan Isu Imperialisme

Hal yang menarik perhatian para analis investigasi adalah pernyataan tegas Kurtulmuş mengenai instrumen yang digunakan dalam konflik ini. Ia secara terbuka menuding bahwa organisasi-organisasi teroris merupakan alat terpenting yang dimanfaatkan oleh negara-negara imperialis, khususnya Israel, untuk menciptakan infiltrasi dan kekacauan dari dalam.

Melalui skenario ini, negara-negara di kawasan dipaksa saling berhadapan akibat adu domba atau “fitnah” sistematis yang dirancang oleh kekuatan eksternal.

Sebagai kesimpulan, Kurtulmuş memperingatkan bahwa supremasi militer tidak akan mampu membendung agresi ini. Menurutnya, satu-satunya senjata pamungkas dan kekuatan nyata yang dimiliki oleh masyarakat Timur Tengah untuk menghadapi ancaman eksistensial dari Israel adalah membangun persatuan yang kokoh dan solidaritas lintas batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *