Example 728x250
Hukum & Kriminal

Jejak Rp10 Miliar Tujuh Hari Sebelum OTT ATR/BPN: Mengurai Peran “Orang Kepercayaan” Menteri

1
×

Jejak Rp10 Miliar Tujuh Hari Sebelum OTT ATR/BPN: Mengurai Peran “Orang Kepercayaan” Menteri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini membidik aliran dana misterius senilai Rp10 miliar yang mengalir ke rekening mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto.

Transaksi jumbo ini terdeteksi pada 7 September 2026. Tepat satu pekan sebelum tim penindak KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Arif bukan pemain tunggal. Penyidik menyematkan status “orang kepercayaan” Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kepada Arif dan tiga swasta lainnya.

Kini, KPK sedang memetakan asal-usul dan pelabuhan akhir dari uang Rp10 miliar tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan penyidik masih meraba siapa aktor di balik pengirim dana kakap ini. Hubungannya dengan perkara utama juga sedang diuji.

Arif sendiri masuk dalam daftar delapan tersangka suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Dalam skema kejahatan ini, Arif diduga kuat berperan sebagai pengepul modal. Ia menjadi jembatan penghubung antara pihak swasta dengan pejabat teras ATR/BPN.

Nama Summarecon ikut terseret dalam daftar tersangka bersama sejumlah birokrat agraria.

Skandal ini melebar ke banyak lini. Selain uang Rp10 miliar, KPK mengendus setoran lain senilai Rp2,1 miliar dari pengurusan lahan PT Bela Parahyangan melalui tersangka bernama Erwin.

Dari Erwin, duit sebesar Rp1,8 miliar diduga kuat mengalir langsung ke kantong Arif.

Tak berhenti di sana. Penyidik juga menyita sembilan koper merah berisi Rp8 miliar. Koper-koper tersebut masih berlabel nama Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri.

Total barang bukti uang yang disita KPK dalam OTT Jabodetabek pada 14 September 2026 ini mencapai angka fantastis: Rp106,3 miliar. Sebagian uang tunai ini ditemukan di kediaman Arif.

KPK memastikan tidak akan terpaku pada angka operasi senyap. Penyidik kini bergerak mundur, mengikuti rekam jejak digital transaksi keuangan sebelum penangkapan.

Arif juga dibidik dalam kluster korupsi lain. Ia diduga ikut bermain dalam makelar rotasi, promosi, dan mutasi jabatan di internal Kementerian ATR/BPN.

Bagaimana dengan nasib Menteri ATR/BPN Nusron Wahid? Namanya terus disebut karena klaim kedekatan para tersangka.

Namun, KPK menegaskan status hukum Nusron masih bersih. Ia belum ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, saat penyidik menggeledah kantor Kementerian ATR/BPN, ruang kerja Nusron Wahid sengaja dilewati oleh tim KPK.

Meski begitu, pintu pemeriksaan belum tertutup. KPK membuka peluang memanggil siapapun demi mengurai teka-teki setoran Rp10 miliar ini.

Pembuktian kini bertumpu pada dokumen perbankan, bukti elektronik, dan nyanyian para tersangka di ruang periksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *