JAKARTA – Forumjurnalisinvestigasi.com – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan komitmen politiknya untuk tetap mengawal pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
Penegasan ini muncul sebagai respons cepat setelah dirinya dilaporkan oleh sejumlah relawan Prabowo ke Bareskrim Polri atas dugaan tindakan makar.
Melalui kuasa hukumnya, Silas Dutu, Budi Arie menyatakan bahwa posisi politiknya tidak bergeser sedikit pun. Silas mengingatkan kembali rekam jejak kliennya yang terlibat langsung dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu.
“Fakta sejarah sekaligus fakta hukum yang tidak terbantahkan dan sampai hari ini posisi politik Budi Arie Setiadi sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran tetap sama, semakin kuat dan tidak bergeser sejengkal pun,” ujar Silas dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).
Dalih ‘Zoon Politicon’
Tudingan makar tersebut berakar dari pernyataan Budi Arie yang sempat menyinggung opsi percepatan pemilu. Namun, Silas membantah keras interpretasi tersebut. Menurut tim hukum, pernyataan itu bukan bentuk pembangkangan terhadap negara, melainkan seruan strategis agar masyarakat memperkuat dukungan politik dalam mengawal stabilitas pemerintahan saat ini.
Lebih lanjut, Silas mengklaim bahwa lontaran opini terkait dinamika pemilu merupakan bentuk ekspresi alami Budi Arie sebagai zoon politicon (makhluk politik).
Di tengah fluktuasi persepsi publik, Budi Arie diklaim merasa memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga transisi kepemimpinan tetap kokoh. Laporan ke Bareskrim ini pun dinilai keliru dalam menerjemahkan substansi kritik dan analisis politik yang disampaikan kliennya.













