Example 728x250
Hukum & Kriminal

Dino Patti Djalal Tantang Gibran Hadapi Denny Indrayana: Jika Tak Berani Bela Integritas Diri, Bagaimana Bela NKRI?

2
×

Dino Patti Djalal Tantang Gibran Hadapi Denny Indrayana: Jika Tak Berani Bela Integritas Diri, Bagaimana Bela NKRI?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, mendorong Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, bersama 12 pemohon lainnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Adapun permohonan tersebut mempersoalkan syarat pendidikan calon Wakil Presiden Gibran yang dianggap tidak terpenuhi sejak proses pencalonan.

“Saya memonitor upaya gencar @dennyindrayana menggugat ijazah SMA Wapres Gibran di Mahkamah Konstitusi,” kata Dino dikutip dari media sosial X @dinopattidjalal pada Senin (14/9/2026).

Menurut Dino, sebagai ilmuwan politik (political scientist), rakyat punya hak mutlak untuk mengetahui kualifikasi pemimpinnya. Hal ini termasuk untuk mengetahui apakah telah terjadi konspirasi pelecehan administratif terhadap persyaratan kandidat cawapres, yang juga berarti pelecehan pemilu, pelanggaran hukum, dan penistaan terhadap demokrasi kita.

Dino mengingatkan bahwa negara ini milik bersama, dan kedaulatan berada di tangan rakyat, bukan pihak mana pun. Dia menambahkan, hukum dan peraturan yang berlaku bagi semua Warga Negara Indonesia (WNI) juga berlaku bagi Gibran.

“Gibran perlu memberikan klarifikasi terhadap tuduhan Denny Indrayana, apa pun konsekuensinya. Bahkan menurut saya, ini kesempatan bagi Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai politisi/pemimpin, dan bagi rakyat untuk menilainya sendiri,” ujarnya.

Namun, Dino melihat sampai kini tidak ada respons apa pun dari Gibran. Hal tersebut dianggapnya berbeda dari ayahnya, Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang setidaknya pernah menanggapi isu serupa.

“Bahkan Wapres Gibran terkesan menghindar dan bersembunyi ketimbang menghadapi serangan-serangan ini, dan mengandalkan pembelaan orang-orang yang sebenarnya juga tidak tahu apa situasi sebenarnya mengenai ijazah SMA-nya,” kata Dino.

“Bagi saya, logikanya sederhana: Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang? We expect more from our leaders. Bagi yang sayang pada Gibran, silakan, tapi Anda sebaiknya lebih sayang pada Indonesia. Something to think about,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *