Example 728x250
Hukum & Kriminal

Analisis Pasca-Perang Iran: AS Disebut Kehilangan 15 Pangkalan Militer di Teluk Selamanya

35
×

Analisis Pasca-Perang Iran: AS Disebut Kehilangan 15 Pangkalan Militer di Teluk Selamanya

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON – Militer Amerika Serikat (AS) diperkirakan telah kehilangan akses ke 15 pangkalan militer mereka di kawasan Teluk untuk selamanya. Dampak fatal ini terjadi menyusul berakhirnya perang sengit antara Pentagon dengan Iran.

Melansir laporan Fars News Agency, Senin (24/8/2026), prediksi tersebut disampaikan oleh purnawirawan jenderal Angkatan Darat AS sekaligus analis keamanan jaringan berita MS NOW, Barry McCaffrey. Lewat akun pribadi X miliknya, McCaffrey menegaskan situasi geopolitik Washington di Timur Tengah kini berada di titik nadir.

“Menurut saya, militer Amerika telah kehilangan akses ke 15 pangkalan militernya di Teluk untuk selamanya,” tulis McCaffrey.

Pentagon Pilih Pangkas Pasukan

Pernyataan keras McCaffrey ini memperkuat laporan The Washington Post beberapa hari lalu. Dalam laporan tersebut, Pentagon kini tengah mempertimbangkan opsi untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan Teluk secara permanen.

Pihak Washington dikabarkan tidak akan memulihkan pangkalan-pangkalan tersebut ke kondisi semula seperti sebelum perang pecah. Keputusan ini dipicu oleh kerusakan masif yang menimpa peralatan tempur dan fasilitas militer Amerika selama konflik bersenjata melawan Iran.

Iran Pegang Kendali Jalur Teluk

Efek domino dari perang ini juga mengubah peta kekuatan di Timur Tengah. McCaffrey menilai bahwa Iran kini memegang kendali penuh atas akses menuju negara-negara Arab di sepanjang pesisir Teluk.

Situasi ini memaksa Washington memutar otak. Jika Amerika Serikat ingin memperoleh kembali akses strategis menuju kawasan barat Arab Saudi, Israel, dan Eropa selatan, mereka tidak bisa lagi menggunakan kekuatan militer, melainkan harus menempuh jalur negosiasi yang panjang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *