Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Guncangan Makroekonomi Dua Tahun Pemerintahan: Pelemahan Rupiah ke Rp18.000 Tekan Elektabilitas Prabowo

50
×

Guncangan Makroekonomi Dua Tahun Pemerintahan: Pelemahan Rupiah ke Rp18.000 Tekan Elektabilitas Prabowo

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Tren pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus level psikologis baru mulai memberikan dampak rambatan (spillover) yang signifikan pada peta politik nasional. Kepuasan publik dan tingkat keterpilihan presiden petahana dilaporkan mengalami koreksi tajam.

Berdasarkan data pasar spot Bloomberg, nilai tukar mata uang Garuda ditutup melemah hingga berada di kisaran Rp18.044 hingga Rp18.066 per dolar AS. Gejolak ini didorong oleh sentimen pasar domestik terkini, termasuk wacana evaluasi indeks ekuitas global oleh MSCI.

Kondisi makroekonomi yang memburuk tersebut berkorelasi langsung dengan merosotnya persepsi politik masyarakat. Indikasi ini dipertegas oleh Hanta Yuda Rasyid, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Hanta Yuda saat memaparkan rilis survei evaluasi dua tahun pemerintahan secara resmi di Jakarta. Rilis ini bertepatan dengan momentum penilaian kinerja kabinet di kuartal akhir tahun ini.

Hanta Yuda mengungkapkan bahwa sektor ekonomi menjadi titik paling kritis dengan mencatat tingkat ketidakpuasan publik tertinggi mencapai 57,8 persen. “Data ini memberikan gambaran bahwa pemerintahan memiliki catatan kritis kinerja, terutama pada penanganan stabilitas ekonomi,” jelasnya.

Dampak persepsi negatif ini secara linear menggerus basis dukungan politik kepala negara. Lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat temuan yang lebih ekstrem di bulan yang sama.

Dalam pemaparan hasil riset berkala di Jakarta, peneliti senior SMRC mengungkapkan elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan terdalam dalam dua tahun terakhir hingga menyentuh angka 9,8 persen.

SMRC menggarisbawahi bahwa jatuhnya tingkat keterpilihan tersebut dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan kondisi makroekonomi, yang diperparah oleh penilaian negatif publik terhadap tata kelola beberapa program prioritas.

Keywords: Kurs Rupiah, Elektabilitas Prabowo, Kinerja Ekonomi Pemerintahan, Survei SMRC, Poltracking Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *