Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Sinyal Keras Inflasi AS Guncang Logam Mulia: Harga Emas Global Longsor Dekati US$4.000, Antam Pegadaian Anjlok Pagi Ini

31
×

Sinyal Keras Inflasi AS Guncang Logam Mulia: Harga Emas Global Longsor Dekati US$4.000, Antam Pegadaian Anjlok Pagi Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pasar logam mulia domestik dan global mengalami guncangan signifikan pada perdagangan pagi ini, Jumat, 30 Oktober 2026. Penguatan data ekonomi Amerika Serikat (AS) secara tak terduga memicu kepanikan investor dan menekan laju harga komoditas pelindung nilai tersebut.

Berdasarkan data terkini, harga emas spot dunia terperosok hingga 1,4 persen ke level USD 4.008,76 per troy ounce. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 juga ditutup melemah di angka USD 4.028 per ons. Ambruknya harga emas global ini dipicu oleh rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III yang tumbuh 3,4 persen, melampaui estimasi awal pasar sebesar 3,2 persen.

Situasi kian memanas setelah inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS melonjak 0,5 persen secara bulanan. Data ekonomi yang tangguh ini memperkuat spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan bersikap agresif mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 78 persen bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

Dampak sentimen global ini langsung menjalar ke pasar domestik Indonesia. Di bursa retail, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pagi ini tertahan di level Rp2.559.000 per gram. Angka ini stabil setelah sempat terkoreksi tajam sebesar Rp11.000 pada hari sebelumnya. Sementara harga pembelian kembali (buyback) Antam bertengger di posisi Rp2.354.000 per gram.

Namun, penurunan lebih agresif justru terjadi pada jaringan ritel terbesar. Harga emas Antam yang dijual di Pegadaian dilaporkan resmi anjlok sebesar Rp11.000, menyeret harganya turun ke level Rp2.598.000 per gram dari perdagangan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, komoditas cetakan lain di Pegadaian menunjukkan performa yang beragam. Emas batangan cetakan UBS ukuran 1 gram pagi ini masih mampu bertahan stagnan di angka Rp2.524.000. Hal senada terjadi pada cetakan Galeri 24 yang menetap di harga Rp2.499.000 per gram.

Para analis komoditas memperingatkan adanya risiko kelanjutan koreksi jika level psikologis global di USD 4.000 per troy ounce berhasil ditembus hari ini. Jika tekanan jual global meluas akibat penguatan dolar AS, harga emas domestik diprediksi akan kembali terseret ke zona merah menjelang penutupan akhir bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *