Example 728x250
Ragam

Pemerintah Italia Menolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Menepis Usulan Amerika

16
×

Pemerintah Italia Menolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Menepis Usulan Amerika

Sebarkan artikel ini
  • Pemerintah Italia Menolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Menepis Usulan Amerika

Sebuah usulan kontroversial untuk menggantikan Iran dengan Italia di ajang Piala Dunia 2026 telah ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Italia.

Gagasan tersebut pertama kali dilontarkan oleh Paolo Zampolli, seorang utusan khusus untuk kemitraan global dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penolakan tegas ini menegaskan prinsip bahwa partisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia harus didapatkan melalui kualifikasi di lapangan hijau, bukan melalui jalur politik.

Usulan Zampolli ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, meskipun FIFA telah berulang kali menyatakan bahwa Iran akan tetap berpartisipasi sesuai jadwal.

Zampolli, yang merupakan warga negara Italia, mengungkapkan bahwa ini adalah “mimpi” baginya untuk melihat Italia berlaga di Piala Dunia, dengan alasan empat gelar juara dunia yang dimiliki Italia memberikan legitimasi untuk dimasukkan.

Namun, para pejabat tinggi Italia segera merespons dengan penolakan keras terhadap ide tersebut.

Mereka menilai bahwa gagasan tersebut “tidak mungkin”, “tidak pantas”, bahkan “memalukan”, menyoroti pentingnya meritokrasi dalam olahraga.

Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff oleh Bosnia & Herzegovina, menandai kegagalan mereka untuk lolos untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Usulan Kontroversial Amerika Serikat.
Gagasan untuk menempatkan Italia sebagai pengganti Iran di Piala Dunia 2026 pertama kali dihembuskan oleh Paolo Zampolli, seorang utusan khusus yang terafiliasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Zampolli mengklaim bahwa permintaannya bukanlah dorongan politik, melainkan sebuah rencana darurat yang dipertimbangkan jika Iran tidak dapat berpartisipasi pada menit terakhir. Hal ini didasari oleh adanya konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Sebagai warga negara Italia, Zampolli menyatakan bahwa melihat Gli Azzurri berlaga di turnamen yang akan diselenggarakan di AS, Meksiko, dan Kanada adalah sebuah “mimpi” baginya.

Ia berpendapat bahwa empat gelar juara dunia yang dimiliki Italia memberikan legitimasi yang kuat untuk dimasukkan ke dalam kompetisi. Usulan ini juga dilaporkan sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Zampolli secara aktif telah menyampaikan idenya ini kepada Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Meskipun demikian, usulan ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari dalam negeri Italia sendiri.

Senada dengan Abodi, Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Luciano Buonfiglio, menambahkan bahwa ia akan merasa “tersinggung” jika Italia masuk Piala Dunia melalui cara yang tidak sportif. Menurut Buonfiglio, sebuah tim harus “layak” untuk dapat berlaga di ajang sebesar Piala Dunia, bukan karena penunjukan.

Bahkan, Menteri Keuangan Italia Giancarlo Giorgetti tidak ragu menyebut usulan pertukaran tersebut “memalukan”. Penolakan kolektif dari para pejabat tinggi ini menunjukkan konsensus kuat di Italia terhadap pentingnya sportivitas dan pencapaian melalui meritokrasi.

Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff, memperpanjang catatan absen mereka dari turnamen bergengsi ini.

Meskipun ada usulan kontroversial, FIFA secara konsisten menyatakan bahwa Iran akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 sesuai rencana yang telah ditetapkan. Presiden FIFA Gianni Infantino telah menegaskan bahwa “Tim Iran akan datang, pasti” dan menekankan bahwa “Olahraga harus berada di luar politik.”

Sikap FIFA ini menggarisbawahi upaya untuk menjaga otonomi olahraga dari intervensi politik.

Iran sendiri juga telah menyatakan niat kuatnya untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026. Juru bicara pemerintah Iran mengumumkan bahwa persiapan sedang dilakukan secara intensif untuk partisipasi mereka dalam turnamen tersebut. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Iran untuk tetap menjadi bagian dari ajang sepak bola global.

Kedutaan Besar Iran di Roma bahkan mengecam pernyataan Zampolli, menegaskan bahwa “Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi.” Pernyataan ini memperkuat posisi Iran yang menolak segala bentuk politisasi dalam dunia sepak bola.liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *