Profil Pendidikan Menlu Iran, Abbas Araghchi Lulusan PhD dengan 39 Publikasi yang Jadi Rujukan Akademik Dunia
Nama Abbas Araghchi belakangan ramai diperbincangkan warganet internasional, khususnya di platform X. Menteri Luar Negeri Iran tersebut dinilai memiliki gaya komunikasi yang tegas dan jawaban yang…
Nama Abbas Araghchi belakangan ramai diperbincangkan warganet internasional, khususnya di platform X. Menteri Luar Negeri Iran tersebut dinilai memiliki gaya komunikasi yang tegas dan jawaban yang tajam dalam berbagai kesempatan publik.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat wawancara bersama CBS News dalam program Face the Nation yang dipandu jurnalis Amerika Serikat, Margaret Brennan.
Dalam wawancara tersebut, Araghchi ditanya mengenai kondisi tahanan asal Amerika Serikat di Penjara Evin, Teheran.
“Ada setidaknya empat orang AS yang ditahan di Penjara Evin, yang kita tahu termasuk jurnalis Reza Valizadeh dan Kamran Hekmati, yang berusia 61 tahun. Bagaimana keadaan orang-orang tersebut? Apakah mereka aman?” tanya Brennan.
“Jika AS dan Israel tidak menyerang penjara-penjara kami, maka saya kira mereka aman,” jawab Araghchi.
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai respons di media sosial karena dinilai lugas dan sarat pesan politik.
Latar Belakang dan Karier Diplomatik
Araghchi bukan sosok baru di dunia diplomasi Iran. Ia telah mengabdikan lebih dari tiga dekade di Kementerian Luar Negeri Iran dengan berbagai posisi strategis.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Finlandia dan Jepang. Pengalaman panjang ini menjadikannya salah satu diplomat senior yang berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Iran.
Araghchi memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang hubungan internasional dan ilmu politik, dengan rincian sebagai berikut:
Sarjana Hubungan Internasional dari Sekolah Hubungan Internasional yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran
Magister Ilmu Politik dari Universitas Islam Azad di Teheran
Doktor (PhD) dalam bidang pemikiran politik dari Universitas Kent di Inggris
Penelitian doktoralnya membahas bagaimana teori politik Islam modern berupaya merekonsiliasi kedaulatan ilahi dengan partisipasi demokratis. Studi tersebut menyoroti kecenderungan sistem pemerintahan Islam kontemporer yang mulai mengadopsi elemen demokrasi Barat tanpa meninggalkan prinsip hukum Islam.
Selain bahasa Persia dan Inggris, Araghchi juga menguasai bahasa Arab.
Kiprah Mengajar dan Akademik
Selain aktif sebagai diplomat, Araghchi juga memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik. Berikut kiprahnya:
Sejak 1996–sekarang: Mengajar di Fakultas Hubungan Internasional dan Fakultas Studi Dunia di University of Tehran serta National Defense University
Sejak 1996–sekarang: Membimbing dan menilai tesis mahasiswa S1, S2, dan S3
Sejak 1996: Aktif dalam seminar dan konferensi internasional maupun domestik
Sejak 2004: Mengajar dalam berbagai program pendidikan singkat
2008–2010: Profesor tamu di University of TokyoIa juga pernah menjabat sebagai dekan Sekolah Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran pada periode Desember 2004 hingga Desember 2005.***













