Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Tertekan Longsoran Pasar Global: Emas Dunia Jatuh di Bawah US$4.000, Cetakan Galeri 24 dan UBS Kompak Ambles Pagi Ini

47
×

Tertekan Longsoran Pasar Global: Emas Dunia Jatuh di Bawah US$4.000, Cetakan Galeri 24 dan UBS Kompak Ambles Pagi Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan di pasar domestik bergerak variatif dengan kecenderungan melemah tajam pada pembukaan perdagangan komoditas pagi ini, Minggu (25 Oktober 2026).

Dua produk utama cetakan non-pemerintah terpantau ambles, sementara emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpaksa dipatok jalan di tempat demi menahan longsoran harga yang lebih parah.

Berdasarkan pembaruan data resmi dari jaringan ritel PT Pegadaian (Persero), harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram stagnan dan bertahan di level Rp2.579.000 per gram.

Sebaliknya, produk substitusi strategis seperti emas cetakan UBS terkapar jatuh dengan pemotongan harga sebesar Rp10.000, kini mendarat di posisi Rp2.491.000 per gram dari perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.501.000.

Kemerosotan paling signifikan dialami oleh emas merek Galeri 24 yang ambruk Rp11.000, merosot ke level Rp2.467.000 per gram. Pelemahan ini mempertegas ketatnya persaingan likuiditas di pasar retail akhir pekan.

Hasil investigasi pada kanal pembelian kembali menunjukkan sentimen lesu. Harga buyback emas Antam di tingkat Pegadaian dilaporkan ikut tergerus Rp9.000, merosot ke level Rp2.301.000 per gram.

Kondisi tersebut memicu melebarnya jarak selisih margin riil atau spread jual-beli yang kini bertengger lebar di kisaran Rp278.000 per gram. Selisih yang tebal ini memaksa para investor ritel menahan rencana pencairan aset.

Penelusuran mendalam pada bursa komoditas internasional mendeteksi bahwa hantaman keras ini bersumber dari kejatuhan hebat bursa spot komoditas global (XAUUSD). Harga emas dunia secara dramatis ambrol hingga menembus ke bawah batas psikologis US$4.000 per ons troi.

Berdasarkan data penutupan Trading Economics, emas internasional terparkir di posisi US$3.993,96 per ons troi setelah kehilangan nilai sebesar US$30,86 atau anjlok 0,77 persen dalam satu sesi perdagangan tunggal.

Sepanjang sepekan terakhir, nilai emas global dilaporkan terpangkas hingga 4 persen, menandai level performa terendah komoditas pelindung nilai (safe haven) tersebut sejak pertengahan Juli 2026.

Kokohnya indeks dolar AS serta tingginya tingkat pengembalian obligasi negara Paman Sam (US Treasury yield) disinyalir menjadi biang keladi yang memicu gelombang aksi ambil untung besar-besaran oleh lembaga keuangan kakap dunia.

Kendati pasar ritel perhiasan Lakuemas ikut mencatatkan penurunan drastis pada kadar 24 karat di level Rp2.114.000 per gram, para pengamat menilai tren jangka panjang emas masih berpotensi bertahan.

Investor diimbau tetap jeli mengamati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang fluktuatif sebelum mengesekusi portofolio logam mulia fisik mereka di awal pekan depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *