Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Terjepit Tiga Sentimen Global: Rupiah Tergelincir ke Rp17.915 Per Dolar AS, Sektor Industri Waspada Imported Inflation

59
×

Terjepit Tiga Sentimen Global: Rupiah Tergelincir ke Rp17.915 Per Dolar AS, Sektor Industri Waspada Imported Inflation

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian terhimpit di zona merah dan menghadapi tantangan berat menjelang penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (9 Oktober 2026).

Berdasarkan data pasar spot finansial, mata uang Garuda ditutup melemah 28 poin atau sebesar 0,16 persen dan terpuruk ke level Rp17.915 per dolar AS.

Depresiasi serupa juga tecermin jelas pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang tergelincir ke posisi Rp17.890 per dolar AS.

Hasil penelusuran pasar menunjukkan pelemahan rupiah ini dipicu oleh tiga kanal kejutan (shock) global yang mendominasi secara bersamaan sepanjang pekan ini.

Pertama, posisi indeks dolar AS (DXY) kian perkasa dan kokoh bertahan di area 102,13. Angka ini merupakan salah satu level tertinggi pasca-rilis risalah pertemuan komite sentral AS (FOMC) yang bernada ketat (hawkish).

Kedua, lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) 10 tahun yang masih bertahan tinggi membuat investor asing agresif menarik modal dari pasar negara berkembang (emerging markets).

Kanal ketiga yang paling krusial adalah meroketnya harga minyak mentah dunia. Minyak mentah jenis Brent dilaporkan melonjak hingga menembus US$104,28 per barel, sementara jenis WTI merangkak naik ke posisi US$91,49 per barel.

Konflik geopolitik yang masih memanas di Timur Tengah menjadi biang keladi utama seretnya pasokan energi dunia.

Bagi Indonesia, meroketnya harga energi internasional ini memicu kekhawatiran besar. Kebutuhan pasokan valuta asing dipastikan membengkak demi mendanai keran impor BBM nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *