Berdasarkan informasi terbaru per Maret 2026, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional Indonesia dipastikan dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok berkisar antara 18 hingga 23 hari.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai stok BBM Indonesia:
- Jumlah Hari Aman: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa ketersediaan energi di dalam tangki rata-rata mencapai 23 hari, sehingga masyarakat diimbau tidak perlu panic buying.
- Kapasitas Tampung: Pernyataan mengenai stok yang sempat disebut 20 hari merupakan kapasitas tampung maksimal, bukan kondisi darurat.
- Stok SPBU Swasta: Meski sempat ada laporan kekosongan di beberapa SPBU swasta (seperti Shell/BP) pada akhir 2025, pemerintah memastikan stok di SPBU pemerintah (Pertamina) maupun swasta saat ini sudah tersedia.
- Sumber Pasokan: Indonesia masih melakukan impor minyak mentah dan bahan jadi, terutama dari Timur Tengah (Arab Saudi, Irak, UEA, Kuwait), namun pemerintah berupaya mengalihkan sumber impor untuk memperkuat ketahanan energi.
- Cadangan Minyak: Total cadangan minyak bumi Indonesia tercatat sebesar 3,6 miliar barel, yang setara dengan 0,2% dari total cadangan dunia.
Presiden Prabowo juga telah memerintahkan pembangunan tangki penyimpanan (storage) baru untuk memperkuat ketahanan energi nasional.













