Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Tembus Rp18.060: Net Sell Asing dan Tekanan Timur Tengah Desak Skenario Intervensi Lapis Kedua

44
×

Rupiah Tembus Rp18.060: Net Sell Asing dan Tekanan Timur Tengah Desak Skenario Intervensi Lapis Kedua

Sebarkan artikel ini

FORUM JURNALIS INVESTIGASI — Pasar valuta asing domestik resmi mencatat rekor tekanan baru pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 23 Oktober 2026. Nilai tukar rupiah Indonesia terpantau masih terhimpit di zona merah ekstrim dan diperdagangkan melemah ke level Rp18.060 per dolar AS.

Pelemahan secara harian sebesar 0,21 persen ini melanjuti tren buruk pasca-penutupan perdagangan Kamis sore yang bertengger di posisi Rp18.022 per dolar AS. Pelemahan ini sekaligus menjadi alarm keras bagi komite stabilitas moneter nasional.

Kombinasi Aksi Jual Bersih Asing dan Prahara Geopolitik

Eksodus Modal Asing: Kejatuhan mata uang Garuda dipicu oleh maraknya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar keuangan domestik dalam beberapa hari berturut-turut.

Sentimen Minyak Brent: Tekanan eksternal kian diperberat oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang meroket tinggi ke level USD 112,96 hingga USD 113 per barel.

Ketegangan AS-Israel-Iran: Pasar global merespons agresif potensi eskalasi militer di Timur Tengah menyusul laporan persiapan serangan terhadap Iran, serta meluasnya dampak serangan ke Arab Saudi.

Jebakan Nilai Tukar di Pasar Internasional

Rupiah NDF Terkapar: Di pasar offshore, pergerakan rupiah Non-Deliverable Forwards (NDF) sempat tersungkur lebih dalam ke level Rp18.139 per dolar AS menjelang tengah malam.

Kurs Referensi Melemah: Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat depresiasi 0,34 persen secara harian ke level Rp18.047 per dolar AS.

Premi Risiko Domestik: Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai pelemahan berlapis ini tak lepas dari tingginya premi risiko di dalam negeri yang membuat aset rupiah kurang kompetitif.

Respons Moneter Pasca-Penetapan BI-Rate

Buah Simalakama Moneter: Bank Indonesia memilih mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen untuk menjaga pertumbuhan sektor riil, meskipun disadari memicu tekanan jangka pendek pada kurs.

Dilema Penurunan Kelas MSCI: Pasar saham domestik masih dibayangi risiko pembalikan modal keluar (outflow) menyusul peringatan rencana reklasifikasi bursa saham Indonesia oleh MSCI.

Proyeksi Konsolidasi: Analisis pasar komoditas memperkirakan sepanjang hari ini rupiah akan bergerak konsolidasi dengan rentang fluktuasi tertahan di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.060 per dolar AS.

Bagi rekan-rekan jurnalis investigasi yang mengamati dinamika stabilitas moneter makro, ruang abu-abu mana yang perlu dibedah pada laporan mendalam berikutnya?

Pola net sell investor asing secara sistematis pada saham-saham sektor perbankan dan infrastruktur?

Dampak riil lonjakan minyak dunia USD 113/barel terhadap ketahanan tangki subsidi energi nasional?

Volume intervensi devisa cadangan yang digelontorkan BI di pasar spot dan pasar DNDF pekan ini?

Mari kita pertajam investigasi untuk mengawal transparansi kebijakan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *