- Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan penguatan secara bertahap dan sempat berada di kisaran Rp17.937 per dolar AS , (12/6).
Kebaikan ini didorong oleh meredanya konflik Timur Tengah, pelemahan indeks dolar (DXY), serta dampak kenaikan suku bunga Bank Indonesia.
Gubernur BI optimis tren ini terus berlanjut hingga mencapai rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada akhir 2026.
Faktor Pendorong Utama
-
- Pelemahan DXY: Indeks dolar AS melemah yang memberikan ruang bagi mata uang Garuda untuk memulihkan posisinya.
- Sentimen Global: Meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah mengurangi tekanan terhadap aset-aset safe haven seperti dolar AS.
- Respons Kebijakan Moneter: Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) kembali berhasil memikat aliran modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan domestik. [
Selain itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk kebijakan ekspor satu pintu, guna meningkatkan devisa dan cadangan negara yang pada gilirannya menopang stabilitas rupiah.













