- Kerugian utama melemahnya rupiah bagi masyarakat Indonesia adalah lonjakan biaya hidup secara keseluruhan.
Hal ini terjadi karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk bahan baku industri dan pangan, sehingga depresiasi nilai tukar memicu efek berantai yang merugikan masyarakat.
Dampak negatif spesifik yang langsung dirasakan masyarakat meliputi:
Kenaikan Harga Pangan: Bahan makanan seperti kedelai, gandum, hingga daging sapi dan pakan ternak banyak didatangkan dari luar negeri. Pelemahan rupiah membuat biaya impornya membengkak, yang berujung pada naiknya harga di pasar.
Barang Elektronik dan Kendaraan Lebih Mahal: Produk seperti gadget, laptop, dan kendaraan bermotor yang mayoritas komponen atau barang jadinya diimpor akan mengalami penyesuaian harga jual menjadi lebih tinggi.
Biaya Produksi dan Barang Lokal Naik: Industri manufaktur lokal juga terkena imbasnya karena mesin produksi dan bahan baku penolong mereka dibeli dengan mata uang asing (dolar). Hal ini memaksa produsen menaikkan harga jual produk ke konsumen.
Ongkos Transportasi dan BBM: Harga energi global diperhitungkan dalam mata uang dolar. Pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan biaya operasional transportasi dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis nonsubsidi.













