Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Rahasia Warren Buffett Hemat Miliaran: Mengapa Membeli Mobil Baru Adalah Kesalahan Finansial?

53
×

Rahasia Warren Buffett Hemat Miliaran: Mengapa Membeli Mobil Baru Adalah Kesalahan Finansial?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Banyak orang menganggap mobil baru berbau diler sebagai simbol kesuksesan tertinggi. Namun, bagi salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, membeli mobil baru dengan harga penuh justru sebuah kesalahan finansial yang fatal.

Buffett, yang dikenal dengan gaya hidupnya yang bersahaja, sangat memahami hukum penyusutan nilai aset. Faktanya, mobil baru mengalami penurunan nilai yang sangat drastis.

Dalam tahun pertama saja, nilai sebuah mobil bisa merosot sekitar 15 hingga 20 persen, bahkan sebelum odometer menyentuh jarak 1.600 kilometer. Bagi Buffett, membakar uang untuk aset yang nilainya turun cepat adalah hal yang tidak masuk akal.

Prinsip ini bukan sekadar teori. Sang Miliarder mempraktikkan langsung apa yang ia khotbahkan. Buffett tercatat setia menggunakan mobil Cadillac DTS keluaran tahun 2006 miliknya selama hampir satu dekade.

Ketika tiba waktunya untuk berganti kendaraan, trik yang ia gunakan sungguh tak terduga. Alih-alih memesan mobil mewah model terbaru, ia sengaja memilih kendaraan yang memiliki cacat fisik minor—seperti kerusakan kosmetik akibat hujan es. Tujuannya satu: agar bisa membelinya jauh di bawah harga pasar normal.

Strategi belanja ini berakar kuat pada prinsip investasi yang ia pelajari dari mentornya, Benjamin Graham.

“Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan,” ungkap Buffett.

Bagi Buffett, aturan emas ini tidak hanya berlaku saat ia membeli lembaran saham di lantai bursa, tetapi juga ketika membeli barang konsumsi sehari-hari seperti mobil.

Dengan berfokus pada nilai guna jangka panjang daripada gengsi sesaat, siapa pun bisa menghemat jutaan hingga ratusan juta rupiah saat membeli kendaraan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *