- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan edaran tentang Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat yang menekankan pentingnya efisiensi sebagai prinsip berkelanjutan.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin pada (7/5) di Jakarta menjelaskan, Surat Edaran itu bukan hanya respons terhadap kondisi krisis global seperti konflik Iran-Amerika atau Israel-Palestina yang berdampak pada ekonomi dan harga BBM.
Dalam arahannya, Izzul Muslimin menyampaikan tentang filosofi efisiensi sebagai bagian integral dari ajaran Islam, khususnya konsep qana’ah (mencukupkan diri). Upaya efisiensi ini diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan kantor, tetapi juga di rumah masing-masing individu.
“Hal ini berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal tanpa berlebihan, namun juga tidak sampai pada tingkat kekurangan yang menghambat produktivitas,” katanya.
Area Utama Efisiensi meliputi area yang menjadi fokus upaya efisiensi diantaranya:
1. Penggunaan Kendaraan dan Bahan Bakar Minyak (BBM), Penggunaan mobil diesel akan dibatasi sementara waktu. Hal ini disebabkan oleh masalah teknis terkait penggunaan biodiesel bersubsidi, serta biaya tinggi untuk bahan bakar non-subsidi seperti Pertamina Dex. Prioritas akan diberikan pada penggunaan kendaraan non-diesel. Namun, jika tidak ada alternatif, mobil diesel tetap dapat digunakan.
2. Konsumsi Listrik, Analisis menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan listrik bulanan berada di kisaran 30 juta Rupiah, dengan puncak mencapai 39 juta Rupiah pada November 2025. Peningkatan signifikan ini diduga karena penggunaan 10 unit AC di area basement. Strategi penghematan listrik akan dikembangkan untuk mengurangi beban biaya ini. Sebagai perbandingan, penggunaan listrik terendah tercatat pada bulan Maret, sekitar 27 juta Rupiah, kemungkinan karena libur Idul Fitri.
3. Penggunaan Pendingin Ruangan (AC), Salah satu langkah konkret untuk menghemat listrik adalah dengan mengatur suhu AC. Disarankan untuk menyepakati standar suhu AC yang efisien. Sebagai contoh, pembicara menyebutkan bahwa ia pribadi menggunakan suhu 24 derajat Celsius di rumahnya karena tidak terlalu menyukai AC yang terlalu dingin.
Perilaku efektif dan hemat juga berlaku kepada Staf UPP PP Muhammadiyah dan Staf Ortom Tingkat Pusat serta semua karyawan yang berkantor di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta yang bersinggungan langsung mencakup poin-poin penting (Surat Edaran) seperti:
Poin 6: Menghemat air, listrik, dan energi di setiap kantor, gedung, dan perumahan.
Poin 7: Mendorong gaya hidup yang cukup, sehat, bersih, dan produktif.
Sementara itu, Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta Hefina Chairan juga menyampaikan tentang efisiensi yang sangat sesuai dengan QS Al-Araf 31 adalah dasar teologis utama dalam Islam yang menekankan pentingnya efisiensi, moderasi, dan larangan bersikap berlebihan. Muhammadiyah.or.id













