Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Mengenal 8 Cara Investasi Crypto yang Aman untukPemula

25
×

Mengenal 8 Cara Investasi Crypto yang Aman untukPemula

Sebarkan artikel ini
  • Beberapa tahun terakhir, crypto jadi salah satu instrumen investasi yang mengundang banyak peminat. Sampai-sampai crypto terkenal dengan istilah high risk, high return atau risiko tinggi, hasil maksimal.

Meski begitu, bukan berarti pemula tidak bisa mencobanya. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang bijak, kamu bisa mulai berinvestasi crypto sambil tetap bisa menjaga kesehatan finansial.

Cryptocurrency merupakan satu diantara jenis instrumen investasi yang kian populer di kalangan masyarakat karena sifatnya desentralisasi, volatil di sisi peluang, dan aksesnya kini makin mudah. Selain itu, berikut beberapa kelebihannya:

Selain akses yang mudah, kamu bisa mulai dari modal kecil.

Mendukung tren teknologi masa depan, di mana banyak proyek berbasis blockchain yang potensial.

Memiliki potensi keuntungan. Hal tersebut karena volatilitas yang tinggi bisa membuka peluang profit. Meski begitu, pastikan kamu hanya berinvestasi dengan uang dingin yang siap untuk risiko, bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari.

Layaknya berinvestasi dalam instrumen apapun, kita perlu selalu memastikan kesesuaian tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko kita sudah sesuai dengan instrumen yang akan digunakan. Setelah menilai berapa besar toleransi risiko yang kamu miliki terhadap aset crypto barulah langkah memulai investasi dapat dipersiapkan.

Dalam artikel ini akan dibahas cara investasi crypto yang bijak dan strategi cermatnya yang kami rangkum dari berbagai sumber agar kamu bisa merasakan potensi keuntungan pasar digital dengan mengelola risiko dari volatilitas yang tinggi.

Cara Investasi Crypto untuk Pemula

Merangkum Investopedia dan Bank Rate, berikut adalah 10 langkah dan cara investasi crypto untuk pemula:

1. Pelajari dasar cryptocurrency sebelum membeli

Salah satu kesalahan pemula dalam investasi crypto adalah tidak memahami tokenomics. Makanya, lebih baik, sebelum memulai pahami dulu soal tokenomicswhitepaper, tujuan, dan kegunaan koin yang kamu incar. Dengan memahami dasar ini, kamu bisa terhindar dari keputusan yang hanya didasari rasa panik ikut tren.

2. Mulai dari dana kecil dan alokasikan hanya uang dingin

Banyak pakar investasi merekomendasikan investasi crypto tidak lebih dari 5% dari total portofolio kamu. Angka tersebut tidak datang sembarangan. 5% adalah batas risiko maksimal yang sebaiknya dimiliki oleh pemula saat investasi crypto, mempertimbangkan instrumen ini memiliki fluktuasi yang tinggi.

3. Pilih exchange tepercaya

Artinya kamu harus menggunakan platform teregulasi dengan keamanan tinggi yang diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Dengan begitu, transaksi yang kamu lakukan akan lebih terjamin dari sisi regulasi dan keamanan.

4. Manfaatkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)

DCA berarti kamu membeli aset crypto dalam jumlah yang sama secara berkala, misalnya setiap minggu atau bulan. Metode ini membantu meratakan harga beli, sehingga kamu tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga harian.

5. Gunakan penyimpanan yang aman

Simpan crypto di hardware wallet atau self-custody wallet. Hindari penyimpanan di platform exchange. Langkah ini mencegah kemungkinan risiko terkena hack.

6. Fokus pada aset yang kredibel

Alih-alih ikut sesaat, pilihlah aset crypto yang sudah memiliki rekam jejak jelas, tingkat keamanan baik, serta utilitas nyata di dunia nyata maupun ekosistem blockchain. Dengan begitu, peluang investasimu bisa lebih stabil dan tidak bergantung pada hype.

7. Mulai dengan aset crypto utama

Bitcoin dan Ethereum menawarkan likuiditas serta stabilitas relatif lebih tinggi dibanding altcoins.

8. Pertimbangkan ETF crypto jika ingin lebih aman

Melansir dari IDXExchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang diperdagangkan di bursa efek, mirip dengan saham. Perbedaannya adalah pada isi, yang mana berupa kumpulan aset, seperti saham, obligasi, atau bahkan crypto, yang dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu.

Untuk ETF crypto, contohya adalah spot Bitcoin ETF, yang memungkinkan investor untuk berinvestasi pada aset crypto lewat instrumen keuangan resmi dan diawasi regulator, tanpa harus rumit menyimpan Bitcoin di wallet Pribadi. Praktik ini cukup umum di Indonesia dan diawasi langsung oleh BAPPEBTI.

Strategi dan Tips Agar Untung Saat Investasi Crypto

Selain memahami cara investasi crypto, memiliki strategi yang tepat dapat membuat peluang keuntungan lebih besar dan risiko kerugian bisa ditekan.

Masih mengutip Investopedia dan Bank Rate, berikut beberapa strategi cerdas dalam berinvestasi crypto:

a. Buat tujuan jangka panjang

Anggap crypto sebagai investasi jangka panjang, bukan trading jangka pendek. Pasalnya grafik volatil biasanya akan mengecoh pemula. Grafik volatil sendiri merujuk pada grafik harga suatu aset yang menunjukkan tingkat fluktuasi dalam jangka waktu tertentu.

b. Diversifikasi instrumen investasi

Sama seperti saat investasi pada produk lain, mulai dari saham, reksa dana, hingga emas, tetap terapkan diversifikasi. Artinya buat portofolio investasi kamu beragam. Contohnya, membagi modal ke beberapa aset yang memiliki fundamental kuat, proyek jelas, dan reputasi baik. Diversifikasi membantu mengurangi risiko jika salah satu aset mengalami penurunan tajam.

c. Rajin riset dan pantau informasi soal crypto

Salah satu kesalahan dalam cara investasi crypto oleh pemula adalah sering kali tidak mengikuti update informasi yang terkait dunia cryptocurrency dan investasi secara umum. Makanya, selalu pantau perkembangan regulasi global karena kebijakan bisa langsung memengaruhi harga. Cari tahu juga istilah yang kamu tidak mengerti.

d. Tetapkan target keuntungan dan batas kerugian

Tentukan kapan akan ambil untung dan kapan berhenti untuk menghindari kerugian lebih besar. Misalnya, jika harga naik 20% dari harga beli, kamu bisa mulai ambil keuntungan sebagian. Sebaliknya, tetapkan batas kerugian (stop loss) agar modal awal tetap terlindungi.

e. Gunakan fitur staking atau yield farming

Yield farming berarti kamu “menyewakan uang” ke “pasar” DeFi. Kamu menyediakan dana agar orang bisa menukar token, dan sebagai gantinya kamu akan mendapat imbalan, seperti bunga tabungan, tapi dalam crypto.

Sementara, staking ibarat menitipkan aset crypto ke “bank” blockchain. Dengan membantu jaringan tetap aman dan berjalan lancar, kamu akan mendapat bonus crypto sebagai hadiah.

Namun, pastikan kamu memahami risikonya, termasuk potensi penurunan nilai token atau risiko platform.

Risiko Utama dalam Investasi Crypto

Sama seperti instrumen investasi lainnya, crypto juga memiliki risiko, di antaranya adalah:

Volatilitas ekstrim: artinya penurunan bisa mencapai 20–40% dalam seminggu, jangan panik karena itu bukan hal langka.

Risiko keamanan dan regulasi: Tetap waspada pada risiko dari peretasan, scam, atau perubahan kebijakan yang perlu diantisipasi.Cara investasi crypto untuk pemula memang menantang, tapi bukan tidak aman. Dengan strategi yang tepat, pemahaman yang kuat, pemilihan aset yang matang, dan manajemen risiko, kamu bisa mulai merasakan potensi pasar kripto tanpa kehilangan tabungan utama.allianz.vo.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *