Iran dilaporkan telah menetapkan pungutan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini mewajibkan kapal untuk berkoordinasi dan meminta izin, di mana sejumlah laporan menyebutkan adanya pungutan sekitar $1 juta hingga $2 juta per kapal atau sekitar $1 per barel untuk muatan minyak.
Berikut adalah rincian terkini terkait kebijakan tersebut:
Sifat Kebijakan: Iran secara resmi membantah tuduhan bahwa mereka memberlakukan “tarif tol” universal yang melanggar hukum internasional. Sebaliknya, Teheran mengklaim pungutan tersebut adalah biaya legal untuk layanan navigasi dan pengawasan operasional maritim.
Metode Pembayaran: Pembayaran tarif kabarnya dapat diterima menggunakan aset kripto atau mata uang yuan Tiongkok, terutama untuk menghindari sanksi internasional berbasis Dolar AS.
Zona Maritim Terkontrol: Otoritas maritim Iran telah membentuk zona terkontrol yang mewajibkan semua kapal komersial untuk berkoordinasi dan mendapat izin dari otoritas Iran sebelum memasuki kawasan tersebut.
Respon Internasional: Langkah ini menuai kontroversi dan penolakan, termasuk dari Amerika Serikat, karena kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz dilindungi oleh Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Pemungutan biaya ini menjadi salah satu taktik geopolitik Iran di tengah ketidakstabilan kawasan. Anda dapat memantau perkembangan situasi operasional maritim lebih lanjut melalui laporan dari lembaga pemantau seperti International Maritime Organization (IMO).













