Harga emas diproyeksikan tetap dalam tren kenaikan atau bullish dalam 3 bulan ke depan (sekitar April-Juli 2026), didorong oleh ketegangan geopolitik global.
Analis memprediksi harga emas dunia berada di kisaran US$4.600 – US$5.000 per troy ons, dengan potensi harga domestik Indonesia tetap bertahan tinggi atau meningkat dari level Rp3 juta per gram.
Perkiraan Harga Emas 3 Bulan Kedepan (April-Juli 2026):
Harga Global (XAU/USD): Trading Economics memproyeksikan harga emas berada di sekitar US$4.845,45 per troy ons pada akhir kuartal ini. Analis JP Morgan memperkirakan harga rata-rata di atas US$4.600 pada kuartal kedua.
Harga Domestik (Rp/Gram): Setelah menembus Rp3 juta per gram pada awal 2026, tren kenaikan diprediksi berlanjut, dengan potensi menuju Rp3,5 juta atau lebih jika faktor geopolitik memanas.
Faktor Pendorong: Konflik geopolitik (Timur Tengah/Latam), kebijakan bank sentral global yang aktif menambah cadangan emas, dan ketidakpastian ekonomi AS.
Potensi Koreksi: Meski naik, beberapa analisis menunjukkan kemungkinan koreksi teknikal jangka pendek dalam 1-2 bulan ke depan, namun tren menengah-panjang tetap optimistis.
Catatan: Harga emas sangat volatil. Perkiraan ini dapat berubah berdasarkan rilis data ekonomi AS dan perkembangan geopolitik secara langsung.













