Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Batas Kritis Rp18.150 Goyah: Menelusuri Efek Domino Kebijakan Moneter di Tengah Ancaman Guncangan Eksternal

51
×

Batas Kritis Rp18.150 Goyah: Menelusuri Efek Domino Kebijakan Moneter di Tengah Ancaman Guncangan Eksternal

Sebarkan artikel ini

FORUM JURNALIS INVESTIGASI — Pasar keuangan dalam negeri mengawali perdagangan Rabu pagi, 28 Oktober 2026 dengan volatilitas yang kian mengkhawatirkan. Nilai tukar rupiah Indonesia terpantau masih terjebak di zona merah ekstrim dan diperdagangkan melemah di kisaran Rp18.135 hingga Rp18.160 per dolar AS.

Kemerosotan ini memperpanjang tren negatif setelah pada sesi sebelumnya rupiah ditutup melemah di level Rp18.135 per dolar AS. Pergerakan pagi ini menempatkan mata uang Garuda berada di titik paling rentan sepanjang tahun berjalan.

Prahara Pasar Modal dan Tekanan Likuiditas Global

• Eksodus Modal Asing: Pelemahan parah ini dipicu oleh kelanjutan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di bursa saham dan pasar obligasi domestik secara masif.

• Hantu Klasifikasi MSCI: Pelaku pasar global merespons negatif rencana reklasifikasi bursa ekuitas Indonesia menjadi standalone market oleh penyedia indeks global MSCI.

• Sanksi Denda Triliunan: Tekanan psikologis pasar kian diperberat oleh dampak sanksi administratif senilai Rp2,1 triliun yang dijatuhkan OJK terhadap emiten kakap.

Lonjakan Harga Minyak dan Risiko Inflasi Impor

• Beban Energi APBN: Bertahannya harga minyak mentah dunia di kisaran USD 115 per barel akibat tensi geopolitik Timur Tengah memicu lonjakan biaya impor energi nasional.

• Ancaman Inflasi Impor: Kenaikan harga komoditas global ini otomatis mengerek indikator imported inflation (inflasi impor) yang mengancam daya beli sektor riil.

• Kurs Transaksi Referensi: Seirama dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat depresiasi ke posisi Rp18.125 per dolar AS.

Dilema BI-Rate dan Skenario Intervensi Lapis Kedua

• Buah Simalakama Moneter: Bank Indonesia memilih skenario konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75 persen demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

• Menguji Cadangan Devisa: Sebagai langkah penahan, BI memaksimalkan instrumen deposit facility di level 5,00% serta intervensi aktif di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

• Proyeksi Batas Bawah: Analis pasar uang memprediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berfluktuasi lebar dengan batas perlawanan ketat di rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Kondisi rupiah pagi ini 28 Oktober 2026 · Kurs USD IDR Terkini · Rupiah Jebol 18100 · Aksi Jual Bersih Asing Net Sell · Sentimen Indeks MSCI Standalone · Kebijakan BI Rate 5.75 · Intervensi Moneter DNDF · Harga Minyak Dunia 115 Dolar · Capital Outflow Pasar Obligasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *