Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Investor Pasang Sikap “Wait and See”: Harga Emas Antam Pagi Ini Mandek di Level Rp2.574.000 per Gram

57
×

Investor Pasang Sikap “Wait and See”: Harga Emas Antam Pagi Ini Mandek di Level Rp2.574.000 per Gram

Sebarkan artikel ini

Kamis, 15 Oktober 2026

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil tanpa pergerakan berarti pada pembukaan pasar pagi ini, Kamis (15 Oktober 2026).

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia per pukul 05.20 WIB, pecahan investasi unggulan domestik ini ditransaksikan mandek di posisi Rp2.574.000 per gram. Nilai ini belum bergeser dari harga perdagangan hari sebelumnya yang sempat ambles Rp20.000.

Grafik stagnasi serupa juga tecermin jelas pada harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode saham ANTM tersebut yang tertahan di level Rp2.383.000 per gram.

Akibat jalan di tempatnya kedua komponen harga tersebut, selisih tebal atau spread perdagangan riil retail bertahan lebar di angka Rp191.000 per gram. Skema ini membuat investor retail cenderung menahan portofolio mereka.

Sementara itu, fluktuasi tipis terjadi di pasar sekunder alternatif. Melalui data jaringan outlet Pegadaian, perdagangan emas Antam ukuran 1 gram dipatok stabil pada posisi Rp2.613.000 per gram.

Namun untuk emas cetakan pesaingnya, yakni UBS, harganya justru terpangkas Rp7.000 dan mendarat ke posisi Rp2.539.000 per gram. Cetakan Galeri 24 pun ikut melandai ke level Rp2.505.000 per gram.

Hasil penelusuran pasar mendeteksi bahwa bertahannya harga emas lokal dipengaruhi langsung oleh pergerakan volatil di Commodity Exchange global. Spot emas dunia merangkak tipis di kisaran US$4.182 per ons troi.

Para pelaku pasar dunia dilaporkan sedang memasang sikap sangat berhati-hati (wait and see) menanti rilis data Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang diumumkan hari ini.

Data inflasi produsen tersebut dinilai sangat krusial karena akan dirilis bersamaan dengan pernyataan Ketua The Fed. Keduanya akan menjadi kompas penentu arah bagi pergerakan suku bunga acuan AS di sisa akhir tahun.

Meskipun saat ini tertahan di fase konsolidasi, sejumlah analis komoditas menilai prospek emas jangka menengah sepanjang tahun 2026 masih berada dalam tren positif akibat dinamika geopolitik global. Investor pun disarankan memanfaatkan koreksi untuk strategi akumulasi bertahap.

Setiap transaksi pembelian emas batangan resmi hari ini dipastikan tetap tunduk pada aturan pemotongan pajak PPh 22 sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *