Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Efek Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Mereda: Harga Emas Antam Pagi Ini Merangkak Naik ke Rp2.594.000 per Gram

56
×

Efek Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Mereda: Harga Emas Antam Pagi Ini Merangkak Naik ke Rp2.594.000 per Gram

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Setelah sempat bergerak stagnan di awal pekan akibat meredanya sentimen global, harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau merangkak naik pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (13 Oktober 2026).

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia per pukul 06.00 WIB, pecahan investasi unggulan domestik ini mengalami kenaikan tipis sebesar Rp2.000 per gram. Nilai jual emas Antam kini bertengger di level Rp2.594.000 per gram.

Namun, grafik penguatan ini tidak diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback oleh emiten berkode saham ANTM tersebut. Nilai penarikan dana oleh korporasi dilaporkan belum bergerak dari level Rp2.371.000 per gram.

Stagnasi pada sektor buyback memicu melebarnya jarak selisih atau spread perdagangan riil retail di angka Rp223.000 per gram. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi investor retail untuk menahan portofolio aset mereka dalam jangka pendek.

Sementara itu, pergerakan di pasar sekunder justru mencatatkan reli penguatan yang lebih agresif. Di jaringan outlet Pegadaian, perdagangan emas Antam ukuran 1 gram melesat Rp2.000 dan dibanderol di posisi Rp2.633.000 per gram.

Pada gerai komoditas yang sama, emas cetakan alternatif UBS ikut melonjak naik sebesar Rp6.000 menuju posisi Rp2.562.000 per gram. Sedangkan cetakan Galeri 24 dipatok pada level Rp2.537.000 per gram.

Hasil investigasi komoditas global mendeteksi bahwa penguatan merayap emas lokal terjadi seiring konsolidasi ketat di pasar spot internasional (XAUUSD). Spot emas dunia merangkak naik menuju kisaran US$4.180 hingga US$4.210 per ons troi.

Pemicu utama kembalinya gairah aset safe haven internasional disokong oleh melunaknya indeks dolar AS (DXY) dan melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury). Investor global mulai masuk kembali untuk mengamankan portofolio likuid mereka.

Kendati demikian, ruang gerak emas internasional diproyeksikan akan tertahan dalam 24 jam ke depan. Pelaku pasar kini bersikap waspada menanti rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan keluar besok.

Laporan CPI tersebut dinilai krusial karena akan menjadi kompas utama bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga acuan pada pertemuan akhir bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *