Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Tertekan di Kisaran Rp17.800: Mengurai Dampak Krisis Geopolitik Global Menjelang RDG Bank Indonesia

76
×

Rupiah Tertekan di Kisaran Rp17.800: Mengurai Dampak Krisis Geopolitik Global Menjelang RDG Bank Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestasi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih berada dalam tekanan berat pada perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2026). Mata uang Garuda bergerak fluktuatif di zona merah pada kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan dari sesi penutupan awal pekan.

Analis pasar modal mencermati bahwa fluktuasi tajam ini dipicu oleh dua faktor utama: memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah (khususnya ketegangan Iran-AS) dan sikap kehati-hatian (wait and see) pelaku pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 22–23 September. Di tengah ketidakpastian tersebut, indeks dolar AS (DXY) merangkak naik dan menekan mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai fundamental fiskal domestik sebenarnya masih berada dalam batas aman, di mana RAPBN mencatat defisit 2,40% terhadap PDB. Kendati demikian, pasar tetap mencermati kualitas belanja negara serta beban bunga utang nasional dalam menghadapi guncangan ekonomi eksternal.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia menyatakan akan terus konsisten mengawal stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing, baik lewat transaksi Spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah defensif ini diharapkan mampu membendung arus keluar modal asing (capital outflow) dan menjaga kecukupan likuiditas domestik di tengah tingginya permintaan valas oleh para importir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *