Example 728x250
Hukum & Kriminal

Pernyataan Keras Thomas Massie: Perang di Timur Tengah Kuras Rp15,6 Triliun per Hari dan Lemahkan Pertahanan AS

33
×

Pernyataan Keras Thomas Massie: Perang di Timur Tengah Kuras Rp15,6 Triliun per Hari dan Lemahkan Pertahanan AS

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON D.C. — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dari Partai Republik, Thomas Massie, melontarkan kritik tajam terhadap keterlibatan militer Washington dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Massie secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini menderita kerugian raksasa, baik dari sisi finansial maupun ketahanan nasional.

Menurut kalkulasinya, operasi militer yang beririsan dengan ketegangan regional ini telah menguras anggaran pembayar pajak AS hingga mencapai AS$1 miliar atau setara dengan Rp15,6 triliun setiap harinya.

Dalam keterangannya, politisi senior ini menyoroti bagaimana ambisi geopolitik pemerintah di luar negeri secara langsung mengorbankan stabilitas domestik.

Massie menegaskan bahwa pengeluaran masif untuk membiayai perang tersebut telah memicu lonjakan inflasi yang mencekik warga Amerika, menaikkan harga bahan bakar, dan memperlebar jurang utang nasional.

Bagi Massie, keterlibatan militer yang berlarut-larut ini tidak lagi mencerminkan kepentingan pertahanan murni bagi rakyat Amerika Serikat, melainkan sebuah pemborosan sistemik.

Lebih lanjut, Massie memaparkan dampak kerugian fisik dan strategis yang dialami oleh militer AS akibat konflik berlapis di kawasan tersebut.

Ia menyebut bahwa intensitas pertempuran telah menyusutkan persediaan sistem pertahanan peluru berpandu (rudal) canggih milik AS yang membutuhkan waktu lama dan biaya mahal untuk diproduksi kembali.

Tidak hanya itu, cadangan minyak strategis (SPR) Amerika Serikat juga dilaporkan terkuras habis demi mengamankan jalur logistik dan operasi tempur di Timur Tengah.

Sikap kritis Massie ini memicu gelombang perdebatan politik yang sengit di Capitol Hill. Konsistensinya dalam menentang intervensi militer asing dan desakannya untuk mengaktifkan Resolusi Kuasa Perang (War Powers Resolution) membuat Massie berhadapan langsung dengan kelompok pendukung garis keras Donald Trump di internal partainya sendiri.

Kendati menghadapi tekanan politik yang besar dari rekan-rekan sejawatnya, Massie tetap bergeming dan menuntut transparansi penuh atas seluruh aset pertahanan yang dikerahkan.

Pernyataan kontroversial ini kini menjadi sorotan utama berbagai lembaga pemantau kebijakan pertahanan dan ekonomi. Banyak pihak menilai argumen Massie membuka kotak pandora mengenai dampak nyata perang modern yang selama ini ditutupi oleh narasi resmi Pentagon.

Di tengah ancaman resesi ekonomi domestik, peringatan Massie tentang melemahnya kekuatan militer dan finansial AS menjadi alarm keras bagi masa depan kebijakan luar negeri negara adidaya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *