Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., kembali memimpin sebuah institusi penerbitan Media Berita On-Line: forumjurnalisinvestigasi.com
Media ini, direncanakan akak tampil dengan berita-berita bertajuk investigasi dan reportase dari berbagai angel menarik, lengkap & mendalam.
Masa dua pekan ke depan, berita media ini, tampaknya, masih seputar sparing dan trend perkenalan dengan informasi sekunder.
“Awal April 2026, insya Allah, kita akan menampilkan berita hadil liputan eksllusif sesuai rubrikasi yang sudah tersedia,” ujar Wahyudi yang bertindak sebagai owner sekaligus pemimpin redaksi ForumJirnalisInvrstigasi.Com
Biografi.
Drs.Wahyudi EL Panggabean, MH lahir di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 9 Mei 1964. Mehekuni profesi wartawan sejak 1985 (41 tahun) silam.
Ayahnya seorang aktivis Muhammadiyah dan ibunya seorang guru. Wahyudi anak ke-5 dari sepuluh bersaudara.
Wahyudi adalah sosok kemadirian. Sejak kelas 2 SMP, praktis dia sendirilah yang membiayai pendidikan dan kehidupannya.
Sarjana Pendidikan Biologi dan Magister Hukum Tata Negara ini, mengaku tidak mudah baginya menjalani perkuliahan untuk meraih gelar
Kini pria yang juga Direktur Utama LembagabPendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC) sudah menulis 12 judul buku.
Buah karya Wahyudi berupa: buku-buku jurnalis, buku biografi, buku menulis, buku berbicara dan buku menyimak.
Menekuni profesi Wartawan sejak tahun 1985, mantan Wartawan FORUM Keadilan Jakarta ini sempat diundang mengajar Ilmu Jurnalistik di FKIP Universitas Islam Riau selama 9 tahun.
Berbagai jabatan di pucuk pimpinan media telah dilaluinya. Saat ini, Wahyudi yang menjadi Konsultan Redaksi, puluhan media, juga menjadi Pemimpin Redaksi Media Berita On-Line forumjurnalisinvestigasi.com.
Selain sebagai instruktur jurnalis dan Motivator, Sang Master Trainer, yang suami dari Asmanidar, SH, yang berprofesi sebagai Advokat ini, juga sedang mengamban tugas sebagai Hakim Ethik Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).
Motto hidupanya:
“Manusia selalu mencari tempat di mana perasaannya, dimengerti oleh orang lain”.













