BEIJING – Forumjurnalisinvestigasi.com – Mantan Perdana Menteri China Zhu Rongji, yang dikenal luas sebagai reformis ekonomi ulung dan “penjagal koruptor”, meninggal dunia pada usia 97 tahun di Beijing pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Zhu Rongji menjabat sebagai Perdana Menteri kelima Republik Rakyat China (RRC) pada periode 1998 hingga 2003. Sepanjang masa pengabdiannya, ia diakui sebagai salah satu administrator paling efektif, tegas, dan berani setelah berdirinya negara tersebut pada tahun 1949.
Reformator Ekonomi yang Tangguh
Zhu Rongji memimpin China melewati masa-masa transformasi ekonomi yang sangat krusial. Ia menerapkan berbagai kebijakan reformasi yang keras dan kontroversial demi memodernisasi infrastruktur serta membenahi sektor perusahaan milik negara (BUMN) yang kala itu sangat tidak efisien.
Di bawah arahannya, ekonomi China berhasil meletakkan dasar yang kuat untuk menjadi kekuatan ekonomi global.
Julukan “Gorbachev-nya China”
Karena keberaniannya dalam membongkar sistem lama, Zhu sering kali dijuluki sebagai “Gorbachev-nya China” oleh para pengamat asing. Namun, julukan tersebut merupakan label yang sangat tidak ia sukai.
Berbeda dengan Mikhail Gorbachev yang reformasinya berujung pada runtuhnya Uni Soviet, Zhu memiliki komitmen yang tidak tergoyahkan kepada Partai Komunis China (PKC).
Meski sempat mengalami masa-masa sulit dan penderitaan politik di masa lalunya, seluruh reformasi ekonomi yang dirancang Zhu justru bertujuan untuk memperkuat kendali dan kelanjutan kekuasaan partai di Negeri Tirai Bambu.
Kepergian Zhu Rongji menandai hilangnya salah satu tokoh raksasa dalam sejarah modernisasi, pembenahan birokrasi, dan ketegasan hukum di China.













