Example 728x250
MOTIVASI

Lupakan Suka atau tidak Suka, Kerjakan: Apa yang harus Dikerjakan…

19
×

Lupakan Suka atau tidak Suka, Kerjakan: Apa yang harus Dikerjakan…

Sebarkan artikel ini

Lupakan soal suka atau tidak suka.Keduanya, bukan konsekuensi. Kerjakan apa yang harus dikerjakan. Mungkin itu tidak membahagiakan. Tetapi di situlah letak kebesaran,” kata Bernard Shaw.

Dalam hidup, motivasi sering kali dikaitkan dengan perasaan. Padahal, melakukan sesuatu hanya saat kita menyukainya bukanlah ukuran kedewasaan.

Tanggung jawab sejati lahir ketika kita konsisten menyelesaikan kewajiban meski terasa berat. Di balik ketidaknyamanan tersebut, justru di situlah letak sebuah kebesaran karakter manusia.

Pandangan bahwa kebesaran lahir dari komitmen, bukan sekadar kesukaan, sangat sejalan dengan prinsip Islam. Setiap individu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan memiliki amanah yang harus ditunaikan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT bahkan secara tegas memerintahkan umat-Nya untuk selalu berorientasi pada hasil dan amal perbuatan, bukan sekadar angan-angan:

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin…'” (QS. At-Taubah [9]: 105)

Ayat ini merupakan pedoman kuat tentang pentingnya etos kerja islami. Setiap aktivitas, baik yang membahagiakan maupun yang menantang, dilihat dan dihitung sebagai bentuk ibadah. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dan profesional dalam setiap tugas yang diembannya.

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya totalitas dalam bekerja melalui sabda beliau:

“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan baik dan profesional (itqan).” (HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini mempertegas bahwa kualitas diri seseorang tidak dinilai dari seberapa besar ia menyukai pekerjaannya, melainkan dari sejauh mana ia bertanggung jawab menyelesaikannya dengan sempurna.

Pernyataan Bernard Shaw di awal secara mendalam merangkum esensi dari tanggung jawab. Sering kali, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak memberikan kebahagiaan instan.

Namun, tokoh-tokoh besar dalam sejarah membuktikan bahwa pencapaian luar biasa sering kali lahir dari rutinitas yang membosankan dan penuh pengorbanan.

Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan dari Bapak Bangsa India, Mahatma Gandhi, yang berkata: “Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha keras adalah kemenangan yang hakiki.”

Menjalani kewajiban dengan penuh dedikasi, lepas dari apakah kita menyukainya atau tidak, adalah bentuk kemenangan moral terbesar yang bisa diraih oleh seseorang.

Pada akhirnya, kebesaran hidup bukanlah tentang menjalani hari-hari yang selalu menyenangkan. Kebesaran adalah keberanian untuk menepis ego dan perasaan sesaat, demi menyelesaikan apa yang memang sudah menjadi tanggung jawab kita.

Dengan berpegang pada prinsip ketuhanan yang diiringi kerja keras, kita tidak hanya menjadi individu yang lebih profesional, tetapi juga manusia yang memiliki integritas dan bernilai tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *