Example 728x250
Ragam

Laju Rekor Emas Antam Berlanjut: Sentuh Rp2.557.000 per Gram Saat Komoditas Global Tembus Batas Baru

13
×

Laju Rekor Emas Antam Berlanjut: Sentuh Rp2.557.000 per Gram Saat Komoditas Global Tembus Batas Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Grafik harga komoditas logam mulia domestik konsisten melanjutkan tren reli positif ke posisi tertinggi barunya pada perdagangan hari ini, Jumat, 6 November 2026.

Berdasarkan data terkini dari Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga dasar emas batangan pecahan acuan 1 gram dilaporkan naik lagi sebesar Rp3.000 menjadi Rp2.557.000.

Kenaikan harian ini mengonfirmasi akumulasi lonjakan signifikan dari basis harga awal pekan, menempatkan instrumen fisik domestik pada kurva tren bullish.

Investigasi pergerakan pasar global menunjukkan bahwa reli kuat logam mulia disetir langsung oleh berlanjutnya pelemahan indeks dolar AS (DXY) pasca-Pemilu Paruh Waktu Amerika Serikat.

Kondisi merosotnya greenback secara beruntun melambungkan harga emas spot dunia (XAUUSD) sebesar 1,45% hingga kembali kokoh di atas ambang psikologis baru, tepatnya di level USD4.119,29 per troy ons.

Aksi serok instrumen lindung nilai (safe haven) kian masif seiring langkah para pengelola dana kakap beralih dari aset kertas keuangan ke komoditas fisik guna mengamankan portofolio.

Sementara di pasar ritel sekunder domestik, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam melesat tipis sebesar Rp13.000 menjadi Rp2.357.000 per gram.

Dengan perkembangan tersebut, jarak harga beli baru terhadap harga jual kembali bertahan stabil di selisih (spread) Rp200.000 per gram.

Kenaikan harga fisik ritel ini turut diikuti secara simultan oleh jaringan Pegadaian, di mana cetakan emas Antam ukuran 1 gram dipasarkan kokoh di level Rp2.596.000.

Analis Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengingatkan pelaku pasar bahwa laju fluktuasi harga emas domestik sepekan ini masih akan bergerak dinamis pada rentang Rp2.390.000 hingga Rp2.610.000 per gram.

Investor kini cenderung bersikap mengantisipasi pergerakan volatilitas jangka pendek berikutnya, sembari menantikan rilis data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan keluar malam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *