Example 728x250
Ragam

Bayang-Bayang Pembangkangan: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo, Keretakan Gerindra Mulai Tampak?

73
×

Bayang-Bayang Pembangkangan: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo, Keretakan Gerindra Mulai Tampak?

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Forumjurnalisinvestigasi.com – Peta politik menuju Pilpres 2029 memanas lebih awal akibat turbulensi elektabilitas di internal Partai Gerindra. Keunggulan mutlak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas sang Ketua Umum sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, diprediksi memicu benturan kepentingan yang hebat.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, mengendus adanya potensi isolasi politik terhadap Dedi Mulyadi oleh elite partainya sendiri. “Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis,” cetus Jamiluddin, Selasa (18/8/2026).

Dominasi Angka: Dedi Libas Prabowo

Kekhawatiran internal Gerindra ini didasarkan pada data konkret. Riset terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5–19 Juli 2026 merekam pergeseran arah dukungan publik yang sangat ekstrem:

Simulasi Semi Terbuka (20 Nama): Dedi Mulyadi memimpin di urutan pertama dengan 35 persen, sedangkan Prabowo Subianto tertinggal jauh di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Simulasi Head-to-Head: Keunggulan Dedi semakin mutlak dengan perolehan 59 persen, berbanding terbalik dengan Prabowo yang hanya mengantongi 28,3 persen.

Jarak elektabilitas yang menganga hingga lebih dari 20 persen ini menempatkan Dedi sebagai figur paling mengancam bagi status quo di internal partai berlambang kepala garuda tersebut.

Skenario Perlawanan dan Poros Baru

Dedi Mulyadi diprediksi tidak akan tinggal diam jika ruang geraknya dikebiri oleh elite Gerindra. Rekam jejaknya yang adaptif dalam berpindah kendaraan politik memperbesar peluang terjadinya pembangkangan politik.

“Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik,” tambah Jamiluddin.

Investigasi terhadap arah koalisi masa depan memunculkan satu nama kejutan. Jamiluddin menganalisis bahwa jika Dedi terdepak atau memilih hengkang dari Gerindra, ia berpotensi besar membangun poros kekuatan baru. Tokoh yang dinilai paling kompeten untuk menjadi mitra taktisnya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *