Forumjurnalisinvestigasi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren penguatan hingga berada di kisaran Rp17.831 per dolar AS pada perdagangan Jumat (14/8/2026) siang.
Mata uang Garuda terapresiasi sekitar 46 poin atau 0,26 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang bertengger di level Rp17.877 per dolar AS.
Penguatan ini memperpanjang catatan positif mata uang domestik setelah sempat berfluktuasi tajam dan berhasil kembali menjauhi level psikologis Rp18.000 per dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
Kinerja impresif rupiah ini didorong oleh respons positif pelaku pasar terhadap penyampaian Pidato Kenegaraan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato tersebut, target pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan defisit anggaran yang terukur dinilai realistis sehingga berhasil mendongkrak kepercayaan investor.
Di saat yang sama, penguatan ini juga berjalan beriringan dengan zona hijau pada Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) yang melesat ke posisi 6.337,19 pada penutupan sesi pertama perdagangan.
Dari sisi eksternal, apresiasi mata uang domestik ini turut ditopang oleh koreksi indeks dolar AS (DXY) di pasar global. Melemahnya greenback terjadi menyusul rilis data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru yang mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi di Negeri Paman Sam.
Kombinasi antara kokohnya fundamental ekonomi dalam negeri dan meredanya tekanan moneter global ini diproyeksikan para analis akan menjaga momentum penguatan rupiah pada rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek.













