Nilai tukar rupiah pada pagi 6 Agustus 2026 diproyeksikan melanjutkan tren penguatan di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Penguatan ini ditopang oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh solid sebesar 5,29% (yoy) serta meredanya tekanan harga minyak mentah dunia.
Faktor Pendorong Penguatan
Rilis data PDB Indonesia kuartal II-2026 oleh Badan Pusat Statistik yang mencatatkan pertumbuhan 5,29%, melampaui ekspektasi pasar.
Penurunan harga minyak mentah dunia akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang cenderung melemah tipis memberi ruang bagi mata uang kawasan.
Sentimen Pasar Selanjutnya
Pelaku pasar memantau rilis data ketenagakerjaan AS dan indeks jasa ISM.
Kebijakan suku bunga lanjutan dari The Fed masih menjadi fokus utama investor global.













