Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Membangun Fondasi Finansial: Program 3 Tahun Kelola Uang bagi Pengantin Baru

36
×

Membangun Fondasi Finansial: Program 3 Tahun Kelola Uang bagi Pengantin Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Pasangan suami istri baru wajib menguasai ilmu perencanaan keuangan sejak awal pernikahan guna mencegah konflik rumah tangga di masa depan.

Pemerintah dan komunitas perencana keuangan kini meluncurkan Program 3 Tahun Kelola Uang khusus untuk memandu keluarga muda dalam menata aset mereka secara bertahap.

“Kunci utama kebahagiaan rumah tangga baru itu ada pada transparansi dan kerja sama mengelola penghasilan,” ujar seorang Perencana Keuangan, dalam seminar edukasi finansial di Jakarta, Rabu (29/7).

Perkuat Keahlian Keuangan Saat Gaji, Kecil

Banyak pasangan menunda mengatur keuangan dengan alasan pendapatan bulanan mereka masih pas-pasan. Padahal, kebiasaan mengelola uang harus dibangun dan diasah justru ketika penghasilan masih berada di level minimum.

Perencana keuangan itu menegaskan, “Jangan tunggu sampai gaji besar baru mulai mencatat pengeluaran. Skill mengelola uang itu justru diuji dan dibentuk saat kondisi keuangan kita masih sangat terbatas.”

Langkah Nyata Program Tiga Tahun 

Program ini membagi fokus keuangan rumah tangga ke dalam tiga fase tahunan yang terstruktur.

Tahun Pertama: Fokus pada keterbukaan total, mencatat seluruh pengeluaran, dan menyamakan visi keuangan jangka panjang.

Tahun Kedua: Fokus menghapus utang konsumtif dan membangun dana darurat minimal sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.

Tahun Ketiga: Fokus mengalokasikan dana secara konsisten untuk pos perlindungan asuransi kesehatan dan mulai menyiapkan dana pendidikan anak.

“Kami sangat terbantu dengan panduan tahunan ini karena membuat target keuangan kami menjadi lebih realistis untuk dicapai,” kata Siti Aminah, seorang ibu rumah tangga yang mengikuti program tersebut.

Manfaat Menabung Sebelum  Investasi

Sebelum memulai langkah investasi pada aset berisiko seperti saham atau reksa dana, pasangan baru wajib mendahulukan kebiasaan menabung konvensional. Menabung berfungsi membentuk bantalan likuiditas yang kuat agar modal utama tidak terganggu saat terjadi krisis.

“Menabung itu melatih otot disiplin kita. Tanpa tabungan yang kuat, investasi Anda akan mudah runtuh saat terjadi keadaan darurat,” jelasnya .

Ia juga menambahkan bahwa menabung memberikan ketenangan pikiran sebelum seseorang siap menghadapi fluktuasi nilai di pasar investasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *