Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Laba BUMN Melonjak Sejak Dibawahi Danantara

41
×

Laba BUMN Melonjak Sejak Dibawahi Danantara

Sebarkan artikel ini

Laba sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melonjak signifikan berkat program transformasi dan perbaikan tata kelola di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Berdasarkan laporan kinerja hingga periode pertengahan 2026, sebanyak 22 BUMN mencatatkan pertumbuhan laba yang solid. Hal ini didorong oleh pemisahan peran regulator, efisiensi operasional, serta langkah streamlining korporasi.

Berikut adalah rincian pertumbuhan laba beberapa perusahaan pelat merah utama:

PT Pupuk Indonesia: Mencatat kenaikan laba tertinggi mencapai 202%.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo): Laba bersih melonjak hingga 169% – 170% (naik sekitar Rp932 miliar).

PT Pegadaian: Tumbuh positif sebesar 87% dengan peningkatan nominal mencapai Rp2 triliun.

PT Pertamina (Persero): Mengalami pertumbuhan laba yang kuat sebesar 80%.

Bank Mandiri: Mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI): Mengalami peningkatan profit sebesar Rp2,8 triliun.

Pembalikan Kinerja dari Rugi ke Untung (Turnaround)

Langkah restrukturisasi strategis dan skema capital support dari Danantara Asset Management berhasil membalikkan kondisi keuangan BUMN yang sebelumnya merugi menjadi mencetak keuntungan besar:

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk: Berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp981 miliar menjadi untung Rp635 biaya/miliar.

PT Kimia Farma Tbk: Sukses bertransformasi dari kerugian Rp159 miliar menjadi laba Rp107 miliar.

Kunci Sukses Efisiensi Danantara

Keberhasilan peningkatan profitabilitas ini didukung oleh kebijakan operasional yang ketat:

Penyederhanaan Entitas: Sebanyak 216 entitas BUMN telah dirampingkan hingga Juni 2026 demi mengurangi tumpang tindih usaha.

Efisiensi Biaya: Pemotongan biaya langsung (direct cost) yang ditargetkan mampu menghemat hingga Rp1 triliun.

Konsolidasi Sektoral: Pengelompokan fokus bisnis inti pada sektor perhotelan, logistik, energi, serta pembenahan BUMN karya.

Tanpa PHK Massal: Karyawan dari anak usaha yang dipangkas dialihkan ke perusahaan hasil konsolidasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *