Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Inflasi Rendah, Dollar Terbang Tinggi, Kenapa?

25
×

Inflasi Rendah, Dollar Terbang Tinggi, Kenapa?

Sebarkan artikel ini

Tingkat inflasi yang rendah menunjukkan kestabilan harga barang di dalam negeri, namun kurs dolar AS bisa tetap tinggi karena pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kebijakan moneter Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik global, dan tingginya permintaan terhadap dolar.

Berikut adalah faktor utama penyebab tingginya kurs dolar terhadap rupiah meskipun inflasi domestik terkendali:

Tingginya Suku Bunga AS: Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menerapkan suku bunga yang tinggi. Hal ini menarik minat investor global untuk memindahkan modal dan dananya dari negara berkembang (termasuk Indonesia) ke instrumen investasi di AS yang dianggap lebih menguntungkan dan aman.

Ketidakpastian Global dan Konflik Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah memicu ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengamankan aset mereka ke mata uang safe haven, dengan dolar AS menjadi pilihan utama, sehingga permintaannya melonjak.

Arus Modal Keluar (Capital Outflow): Tingginya daya tarik aset keuangan di AS memicu perpindahan modal besar-besaran ke luar negeri, yang berdampak pada berkurangnya pasokan valuta asing (dolar) di dalam negeri dan menekan nilai tukar Rupiah.

Inflasi yang rendah adalah indikator kesehatan daya beli domestik, tetapi nilai tukar mata uang sangat bergantung pada kekuatan pasar keuangan dan selisih suku bunga antara kedua negara. Anda dapat memantau perkembangan nilai tukar dan cadangan devisa lebih lanjut melalui situs resmi Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *