JAKARTA — Kekayaan komoditas mineral Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Laporan terbaru Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dalam Mineral Commodity Summaries 2026 menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 dalam daftar negara pemilik cadangan emas terbesar di dunia.
Berdasarkan data USGS, estimasi cadangan emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 3.600 ton. Angka ini setara dengan 5,5 persen dari total cadangan emas global yang diperkirakan berada di kisaran 66.000 ton.
Senada dengan data internasional tersebut, Indonesia Mining Institute (IMI) juga mengonfirmasi posisi strategis Indonesia. IMI mencatat kontribusi RI bahkan menyentuh angka 6 persen dari cadangan global dengan volume bijih sekitar 3.600 ton.
“Indonesia kini menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan cadangan emas terbesar di dunia,” ujar Chairman IMI, Irwandy Arif, dalam acara Gold Outlook 2026 yang ditayangkan CNBC Indonesia.
Irwandy memaparkan bahwa geliat industri emas tanah air ditopang oleh 112 izin aktif, yang mencakup Izin Usaha Pertambangan (IUP), IUP Khusus (IUPK), Kontrak Karya (KK), hingga Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dari seluruh izin tersebut, sebanyak 80 izin (71%) sudah mengantongi data sumber daya dan cadangan yang valid, sementara 32 izin (29%) sisanya masih dalam proses kelengkapan data.
Aktivitas penambangan emas ini tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia dan memberikan dampak ekonomi yang masif bagi negara.
“Produksi emas kita pada tahun 2024 mencapai kurang lebih 160 ton dari seluruh perusahaan resmi di Indonesia. Ini menjadi tonggak sejarah yang sangat besar,” tegas Irwandy.
Melalui capaian ini, Indonesia berhasil mengungguli negara-negara produsen utama lainnya seperti China dan Kanada. Berikut adalah daftar 10 negara dengan cadangan emas terbesar di dunia pada tahun 2025 menurut laporan USGS 2026:
Australia: 13.000 ton
Rusia: 12.000 ton
Afrika Selatan: 5.000 ton
Indonesia: 3.600 ton
China: 3.200 ton
Kanada: 3.200 ton
Amerika Serikat: 3.000 ton
Kazakhstan: 2.300 ton
Peru: 2.200 ton
Uzbekistan: 2.200 ton













