Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Defisit Anggaran Membanting Garuda: Rupiah Terkunci di Level Rp18.089 per Dolar AS Akibat Lonjakan Subsidi Energi

15
×

Defisit Anggaran Membanting Garuda: Rupiah Terkunci di Level Rp18.089 per Dolar AS Akibat Lonjakan Subsidi Energi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertahan dalam zona merah akibat hantaman beban fiskal dalam negeri yang kian membengkak pada penutupan pekan ini, Sabtu, 7 November 2026.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot terakhir, mata uang Garuda ditutup melemah tipis ke level Rp18.089 per dolar AS.

Pergerakan ini mencerminkan kegagalan rupiah untuk mempertahankan performa gemilang setelah sempat menguat di kisaran Rp18.082 per dolar AS pada pertengahan pekan.

Sementara itu, mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar patokan berada di posisi Rp18.130 per dolar AS. Kurs transaksi jual beli BI sendiri merangkak ke angka Rp18.184,47 per dolar AS.

Investigasi pergerakan modal menunjukkan bahwa koreksi mata uang domestik didorong kuat oleh kecemasan para investor global terhadap kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Lonjakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang menyentuh USD93 per barel memaksa pemerintah menggelembungkan alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi secara masif.

Pemerintah dilaporkan terpaksa menaikkan pagu anggaran energi tersebut dari target awal Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun demi meredam gejolak harga di masyarakat.

Pembengkakan belanja negara ini memicu kekhawatiran meluasnya defisit anggaran riil dan mengancam keberlanjutan ruang fiskal untuk mendanai program pembangunan lainnya.

Akibat beban berlapis ini, performa pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2026 yang diperkirakan melaju moderat masih belum mampu memulihkan kepercayaan para pengelola dana asing secara penuh.

Sepanjang tahun berjalan hingga pekan pertama November 2026, akumulasi depresiasi rupiah terhadap greenback tercatat telah jeblok hingga 1.318 poin atau sekitar 7,86%.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan kurs rupiah pada perdagangan awal pekan depan masih akan fluktuatif namun rentan tertekan di kisaran Rp18.080 hingga Rp18.130 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *