Example 728x250
Ragam

Inilah Perbedaan Mendasar Antara: Syah & Sunni

32
×

Inilah Perbedaan Mendasar Antara: Syah & Sunni

Sebarkan artikel ini

Perbedaan utama Syiah dan Sunni terletak pada suksesi kepemimpinan pasca-Nabi Muhammad SAW.

Sunni mengakui Abu Bakar sebagai khalifah pertama yang dipilih musyawarah, sementara Syiah meyakini Ali bin Abi Thalib ditunjuk langsung sebagai penerus sah.

Sunni mayoritas, sedangkan Syiah minoritas, dengan perbedaan pada konsep imamah, sumber hukum, dan tata cara ibadah.

Berikut adalah poin-poin perbedaan mendasar:

Kepemimpinan (Imamah/Khalifah):

Sunni: Meyakini pemimpin umat dipilih melalui musyawarah (konsep Khulafaur Rasyidin). Khalifah tidak wajib maksum (terjaga dari dosa).

Syiah: Meyakini imam ditunjuk oleh Allah melalui Nabi. Imam dianggap maksum dan memiliki otoritas spiritual-politik tinggi, terutama di kalangan Syiah Dua Belas Imam.

Sumber Hadits & Hukum:

Sunni: Merujuk pada hadits yang diriwayatkan sahabat Nabi (seperti Bukhari, Muslim).

Syiah: Lebih mengutamakan riwayat dari Ahlul Bait (keluarga Nabi) dan para Imam.

Pandangan terhadap Sahabat:

Sunni: Menghormati seluruh sahabat Nabi, termasuk Abu Bakar, Umar, dan Utsman.

Syiah: Memberikan kedudukan tertinggi kepada Ali bin Abi Thalib dan seringkali bersikap kritis terhadap sahabat yang tidak mendukung Ali setelah wafatnya Nabi.

Praktik Ibadah:

Sunni: Shalat lima waktu pada waktunya, meskipun sering menjamak.

Syiah: Sering melakukan shalat dengan menjamak waktu (Dzuhur-Ashar, Maghrib-Isya) sehingga terlihat shalat tiga kali sehari, serta perbedaan dalam teknis wudhu dan sujud.

Pernikahan:

Syiah: Mengenal dan membolehkan nikah Mut’ah (perkawinan kontrak).

Sunni: Mengharamkan nikah Mut’ah

Catatan: Meskipun terdapat perbedaan, kedua belah pihak sepakat mengenai rukun Islam, keesaan Allah, dan Al-Qur’an sebagai kitab suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *