JAKARTA — Kepastian hasil Pemilu Paruh Waktu Amerika Serikat langsung memicu guncangan hebat di pasar komoditas. Pada perdagangan hari ini, Kamis, 5 November 2026, harga emas batangan domestik tercatat melompat drastis.
Berdasarkan data resmi dari Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), pecahan acuan 1 gram kini meroket sebesar Rp17.000 menjadi Rp2.554.000 per gram.
Lonjakan signifikan ini langsung membalikkan arah pergerakan setelah sehari sebelumnya emas Antam sempat mengalami koreksi tipis di kisaran Rp2.537.000 per gram.
Investigasi pergerakan instrumen lindung nilai menunjukkan bahwa reli kuat ini disetir oleh melemahnya indeks dolar AS di pasar global secara simultan pasca-pemilu.
Kondisi tersebut melambungkan harga emas spot dunia sebesar 3,4 persen hingga bertengger di rekor tertinggi baru USD4.061,30 per troy ons. Sementara kontrak emas berjangka ditutup lebih tinggi pada level USD4.073 per troy ons.
Sinyal hijau di pasar primer turut mengerek harga komoditas ini di tingkat ritel sekunder. Di jaringan ritel Pegadaian, cetakan emas Antam pecahan 1 gram bahkan naik Rp17.000 dan menembus Rp2.593.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga dilaporkan naik tajam menyentuh kisaran Rp2.308.000 per gram. Angka ini memperkecil gap keuntungan riil bagi investor yang ingin melakukan likuidasi jangka pendek.
Analis komoditas mengingatkan, volatilitas pasar logam mulia global diproyeksikan masih berada di tensi tinggi seiring reposisi portofolio para pengelola dana kakap dunia dari aset kertas (paper asset) ke fisik.













