FORUM JURNALIS INVESTIGASI — Pasar komoditas logam mulia domestik menunjukkan pergerakan yang cenderung defensif pada pembukaan perdagangan Sabtu pagi, 24 Oktober 2026. Setelah mengalami pemangkasan harga yang cukup masif pada sesi sebelumnya, laju harga emas batangan bersertifikat resmi terpantau menahan napas di zona konsolidasi.
Berdasarkan data transaksi terbaru di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga acuan dasar satuan 1 gram bergerak stagnan atau “mager” di level Rp2.540.000. Posisi ini bertahan setelah tergerus Rp10.000 akibat aksi ambil untung pelaku pasar global pada perdagangan sehari sebelumnya.
Siasat Kejatuhan Buyback dan Melebarnya Jarak Margin
Tekanan Harga Buyback: Pukulan terkeras yang menjadi sorotan jurnalis investigasi keuangan adalah mandeknya harga pembelian kembali (buyback) Antam di posisi rendah Rp2.335.000 per gram.
Rekor Ketebalan Spread: Kebijakan ini otomatis mengunci jarak margin jual-beli (spread) hingga menembus angka ekstrem Rp205.000 per gram. Selisih tebal ini dinilai sebagai langkah protektif produsen untuk membebankan risiko likuiditas kepada investor retail.
Instrumen Potongan Pajak: Sesuai regulasi fiskal, transaksi pembelian emas fisik dikenakan PPh 22 sebesar 0,25% bagi pemegang NPWP, sementara transaksi buyback di atas Rp10 juta langsung terpotong PPh 22 sebesar 1,5% di luar ketentuan spread dasar.
Peta Penurunan di Jaringan Ritel Sekunder Pegadaian
Penyusutan Cetakan Antam: Di tingkat retail sekunder PT Pegadaian (Persero), harga jual pecahan cetakan Antam ukuran 1 gram terkoreksi ke level Rp2.579.000 per gram.
Anjloknya Varian Swasta: Penurunan lebih drastis melanda produk emas ritel swasta UBS dan cetakan internal Galeri 24 yang masing-masing meluncur ke bawah, di mana Galeri 24 kini dibanderol sebesar Rp2.478.000 per gram.
Stabilitas Emas Perhiasan: Berbeda dengan emas batangan investasi, harga retail komoditas perhiasan berbagai karat terpantau bergerak stabil di Hartadinata Abadi (HRTA) dan Lakuemas dengan tipe 24 karat bertengger di kisaran Rp2.100.000 hingga Rp2.119.000 per gram.
Koreksi Global Jelang Pemilu AS dan Sentimen Energi
Ambruknya Spot Internasional: Konsolidasi mendatar komoditas domestik mengekor kejatuhan harga emas spot dunia (XAUUSD) yang terkoreksi tajam dari rekor tertingginya menuju kisaran USD 4.022 per ons troy.
Ketegangan Timur Tengah: Perlambatan harga tertahan dari kejatuhan yang lebih dalam berkat tensi geopolitik yang menyelimuti kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan jalur distribusi minyak mentah dunia.
Sikap Wait-and-See Terhadap Fed: Pelaku pasar modal global cenderung menahan diri (risk-off) dan melakukan likuidasi sebagian aset safe haven untuk beralih ke mata uang dolar menjelang rilis kebijakan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve (The Fed).













