JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau langsung bergerak stabil dan bertahan kokoh pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin pagi (12 Oktober 2026).
Berdasarkan data pantauan langsung pada laman resmi Logam Mulia pukul 05.17 WIB, pecahan investasi unggulan domestik ini ditransaksikan tetap di level Rp2.592.000 per gram. Harga tersebut tercatat belum mengalami perubahan fluktuasi dibanding penutupan akhir pekan kemarin.
Investigasi pada pasar sekunder menunjukkan gerak selaras. Di jaringan retail Pegadaian, perdagangan emas Antam ukuran 1 gram dipatok stagnan pada posisi Rp2.631.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback tertahan di level Rp2.360.000 per gram.
Stagnasi ini menghasilkan selisih tebal atau spread jual-beli riil retail yang melebar di angka Rp271.000 per gram. Batasan margin penarikan dana ini memaksa investor ritel jangka pendek cenderung menahan portofolio mereka.
Pada gerai komoditas yang sama, emas cetakan alternatif produksi UBS dibanderol di posisi Rp2.529.000 per gram. Di sisi lain, cetakan Galeri 24 ditawarkan lebih kompetitif di level Rp2.505.000 per gram.
Dari kacamata pasar internasional, ketahanan harga emas lokal tertolong oleh penguatan merayap (rebound) pada pasar spot emas global (XAUUSD). Harga komoditas safe haven dunia terpantau merangkak naik 0,21 persen menuju zona hijau di kisaran US$4.203,30 per ons troi pada sesi perdagangan Asia.
Hasil penelusuran mendalam mendeteksi bahwa dorongan naik emas global ditopang oleh pengumuman gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina oleh Presiden AS. Kebijakan ini meredam ekspektasi inflasi energi dan menurunkan harga minyak mentah secara musiman.
Kendati diuntungkan oleh penurunan harga minyak, laju reli emas internasional masih dibayangi jangkar pemberat eksternal. Kokohnya indeks dolar AS (DXY) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) menjadi pembatas ruang gerak utama logam mulia.
Pengamat komoditas memproyeksikan pergerakan jangka pendek emas Antam di pekan kedua Oktober ini akan berjalan fluktuatif. Risiko koreksi susulan dinilai masih mengintai di rentang support kritis baru sekitar Rp2.582.000 per gram jika dolar kembali agresif menguat.













