- Sebanyak 1.267 restoran di Singapura tercatat berhenti beroperasi dalam 4 bulan pertama.
Penutupan ini merupakan kelanjutan dari rekor kelam pada 2025, di mana total 3.148 bisnis makanan harus gulung tikar akibat tingginya biaya sewa, lonjakan biaya tenaga kerja, dan inflasi.
Penyebab utama yang menekan industri kuliner di Singapura meliputi:
Lonjakan Biaya Operasional: Kenaikan harga sewa tempat, bahan baku, dan tagihan utilitas yang memberatkan pelaku usaha.
Krisis Tenaga Kerja: Kesulitan mencari pekerja lokal dan pembatasan ketat bagi pekerja asing yang memicu lonjakan biaya gaji.
Perubahan Gaya Hidup: Pola konsumen yang mulai berubah pasca-pandemi dan tingginya biaya hidup yang mengurangi frekuensi makan di luar (dine-in).
Penurunan operasional bisnis ini sangat kontras dengan status Singapura yang dinobatkan sebagai salah satu negara terkaya di dunia, menggeser posisi Luksemburg













