Example 728x250
Ragam

Kritik Dino Patti Jalal ke Prabowo

27
×

Kritik Dino Patti Jalal ke Prabowo

Sebarkan artikel ini
  • Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal secara terbuka mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinasnya ke luar negeri demi efisiensi anggaran di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

Berdasarkan data yang ia paparkan melalui video di akun Instagram pribadinya, Presiden Prabowo telah melakukan puluhan kali kunjungan luar negeri, yang berarti sekitar satu dari enam hari masa jabatannya dihabiskan di luar negeri.

Dino menyebut frekuensi ini tidak lazim bagi seorang kepala negara dan memakan biaya yang sangat besar, yakni berkisar antara puluhan hingga ratusan miliar rupiah per perjalanan.

5 Saran Utama Dino Patti Djalal

Untuk menyiasati diplomasi internasional yang lebih efisien, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini memberikan lima usulan taktis kepada pemerintah:

Memaksimalkan Teknologi Virtual: Mengutamakan komunikasi antar-pemimpin dunia melalui panggilan video, telepon, atau platform seperti Zoom demi menghemat biaya perjalanan negara hingga Rp0.

Memanfaatkan Forum Internasional: Menghadiri forum multilateral besar yang memungkinkan presiden menemui banyak kepala negara sekaligus dalam satu kali kunjungan demi efisiensi waktu dan anggaran.

Perencanaan Jadwal yang Matang: Menyusun rancangan kunjungan luar negeri secara profesional sejak setahun sebelumnya, serta meminta Seskab Teddy atau Menlu Sugiono mengumumkan jadwal tersebut minimal satu minggu hingga satu bulan sebelum keberangkatan untuk menghindari perjalanan spontan tanpa tujuan jelas.

Fokus Menjamu Tamu Negara: Mengubah arah diplomasi setahun ke depan dengan lebih banyak mengundang dan menerima kunjungan pemimpin asing langsung di Indonesia.

Mendelegasikan Misi Taktis: Menyerahkan urusan diplomasi yang bersifat teknis dan taktis kepada Menteri Luar Negeri Sugiono, sehingga tidak memerlukan kehadiran langsung dari presiden.

Tanggapan Pemerintah

Kritik terbuka ini memicu berbagai respons dari lingkaran istana dan partai pendukung pemerintah:

Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah & Istana: Pihak Bakom RI menyatakan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo didasarkan pada asas kemanfaatan strategis bagi negara serta kedekatan relasi sang presiden dengan pemimpin dunia lainnya.

Partai Gerindra: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menganggap kritik Dino Patti Djalal cenderung mengarah pada serangan politik dan olok-olok membabi buta. Ia juga menyayangkan sikap Dino dan mempertanyakan etika seorang mantan pejabat luar negeri dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *