Example 728x250
Pendidikan

Pemerintah Putuskan Adakan Pembelajaran Jarak Jauh, Jangkau 4 Juta Anak Tak Sekolah

20
×

Pemerintah Putuskan Adakan Pembelajaran Jarak Jauh, Jangkau 4 Juta Anak Tak Sekolah

Sebarkan artikel ini
  • Pemerintah Putuskan Adakan Pembelajaran Jarak Jauh, Jangkau 4 Juta Anak Tak Sekolah

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai tahun 2026.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi mengatakan, PJJ diadakan untuk menjemput bola anak-anak yang tidak bersekolah di jenjang SMA.

“PJJ itu bukan program tambahan, program ini adalah bentuk solusi yang diberikan oleh negara untuk menjangkau yang tidak terjangkau,” kata Saryadi di daerah BSD, Tangerang, Banten, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Tak Lolos SNBP, Peserta UTBK SNBT 2026 Ngebut Belajar sampai 12 Jam Sehari

Saryadi menjelaskan, verdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini angka anak tidak sekolah di Indonesia masih sangat tinggi yakni sebesar lebih dari 4 juta anak.

Dari angka tersebut, sebanyak 1.131.429 itu adalah anak tidak sekolah pada rentang usia 16-18 tahun atau setara dengan pendidikan SMA atau sederajatnya.

“Dan dari angka ini kalau sendiri 1.131.429 juta ini terdiri dari 217.000 lebih itu adalah anak yang putus sekolah atau DO. Jadi lokasi mereka awalnya bersekolah namun kemudian karena satu dan lain hal putus sekolah kurang lebih 19,2 persen,” ujarnya.

Saryadi melanjutkan, dari usia 16-18 tahun ada juga yang lulus SMP tetapi sengaja tidak melanjutkan sekolah ke SMA sederajat.

Jumlahnya mencapai 337.914 anak atau 29,9 persen dari total anak tidak sekolah pada jenjang pendidikan menengah.

“Nah yang tidak kalah pentingnya (8:06) ini perlu menjadi perhatian dan tentu peringatan bagi kita bersama adalah ada kurang lebih 575.863 anak usia 16-18 tahun mereka itu belum pernah bersekolah tentu ini angka yang tinggi sedikit begitu ya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah kata Saryadi, mengadakan sistem PJJ untuk menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah.

Nantinya anak-anak bisa mengikuti PJJ di 20 sekolah induk yang sudah ditentukan pemerintah berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.

Sekolah induk itu akan memiliki beberapa mitra sekolah yang juga akan membantu salam pelaksanaan PJJ bagi anak tidak sekolah.

Maka di tahun 2026 sampai dengan 2027 ini adalah fase pengembangan skala penuh dimana kami mentargetkan untuk pengembangan 34 plus sekolah Indo itu kenapa saya sebut 34 plus, ucapnya.

“Karena 34 ini adalah sekolah Indo di dalam negeri ditambah 1 yang SILN dalam hal ini SIKK yang tahun lalu sudah dimulai,” lanjut dia.

Saryadi juga menjelaskan, nantinya pelaksanaan PJJ akan dilakukan dengan sistem sinkronus dan asinkronus.kompas.coml

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *