Pernahkah Anda merasa sulit memberi saran kepada seseorang, murid – murid Anda, saudara teman atau malah pasangan Anda? Anda sudah lelah, toh saran dan motivasi Anda malah tak didengar. Dianggap angin lalu saja.
Jika itu yang terjadi, cobalah trik yang satu ini. Awali pembicaraan Anda dengan kata – kata memuji. Dengan tulus.
“Kata-kata dan ungkapan penghargaan adalah kekuatan paling efektif untuk mengeluarkan kebaikan di muka bumi ini,” ujar Presiden Amerika ke-41, George W Bush.
Sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan daya ledak yang luar biasa. Ungkapan ini bukan sekadar pemanis retorika. Justru sebuah fakta tentang bagaimana cara kerja manusia.
Kata-kata memiliki kekuatan magis. Begitu hebatnya pengaruh memuji seseorang secara jujur, hingga para ahli menyebut pujian bisa langsung membuka alam bawah sadar manusia.
Bahkan, sebelum menyampaikan kritik atau saran, mengawalinya dengan pujian terbukti sangat efektif. Pujian bertindak sebagai pelumas agar saran yang diberikan bisa diterima tanpa resistensi.
Inilah salah satu kekuatan kata-kata. Sebaliknya, jika salah digunakan, pepatah Arab mengingatkan bahwa kata-kata bisa lebih tajam daripada sebilah pedang.
Secara biologis, pujian bekerja laksana stimulus yang langsung direspons oleh otak. Ketika seseorang menerima apresiasi yang tulus, otak akan melepaskan hormon dopamin.
Dopamin adalah neurotransmiter yang bertanggung jawab atas rasa senang, penghargaan, dan motivasi. Saat dopamin membanjiri otak, tercipta sebuah sinyal positif yang membuat seseorang ingin mengulangi perilaku baik tersebut.
Efek biologis ini mirip dengan mekanisme otak saat menerima hadiah fisik. Pujian secara instan menurunkan hormon kortisol yang memicu stres, dan menggantinya dengan energi positif untuk terus berprestasi.
Dari sisi psikologis, pujian menyentuh kebutuhan paling mendasar manusia: kebutuhan untuk dihargai dan diakui. Abraham Maslow dalam teori hierarki kebutuhannya menempatkan esteem needs (harga diri dan pengakuan) pada posisi krusial sebelum seseorang mencapai aktualisasi diri.
Pujian yang tepat dapat mendongkrak rasa percaya diri secara drastis. Ketika seseorang merasa dihargai, konsep dirinya akan bergeser ke arah yang lebih positif.
Dalam dunia motivasi, pujian yang tulus bertindak sebagai bahan bakar psikologis. Ia bukan sekadar kosmetik pemanis hubungan sosial. Malah, jadi instrumen penting untuk memicu produktivitas dan memunculkan potensi terbaik yang selama ini terpendam di dalam diri seseorang.
Namun, di sinilah letak seninya. Nilai Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW memberikan batasan yang sangat bijaksana mengenai hal ini.
Rasulullah SAW dengan tegas melarang pujian yang berlebihan (al-madh al-mufrith). Dalam sebuah hadis, beliau bahkan mengibaratkan memuji seseorang secara berlebihan di hadapannya seperti “menyembelih” saudaranya sendiri.
Mengapa Islam melarangnya? Karena pujian yang over-dosis dan tidak jujur justru merusak jiwa.
Secara psikologis, pujian yang berlebihan melahirkan sifat ujub, sombong, dan narsisme. Seseorang yang terbiasa dinilai terlalu tinggi akan menjadi rapuh, cepat berpuas diri, dan enggan menerima kritik demi perbaikan diri.
Pujian yang efektif adalah pujian yang proporsional dan berbasis data atau fakta yang objektif. Fokuslah memuji proses, kerja keras, dan karakter spesifik, bukan sekadar memuja personalnya secara membabi buta.
Ketika kita mampu memuji dengan jujur dan proporsional, kita sedang mengaktifkan senjata paling ampuh untuk mengunggah potensi terbaik manusia. Kata-kata apresiasi yang tulus adalah investasi tanpa biaya dengan imbal hasil yang tak ternilai bagi kemanusiaan.
Menutup perenungan ini, mari kita hayati untaian kalimat dari Dale Carnegie, seorang maestro hubungan antarmanusia:
“Berikan penghargaan yang tulus dan jujur. Bersikaplah tulus dalam penerimaan Anda dan murah hatilah dalam pujian Anda, maka orang-orang akan menyimpan kata-kata Anda dan mengingatnya sepanjang hidup mereka.”
¹ Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H. MT.BNSP., C.PCT adalah seorang jurnalis investigasi senior, penulis buku, Instruktur Jurnalistik & Pembicara Berlisensi BNSP.













