Example 728x250
Ekonomi & Bisnis

Sinyal Amunisi Baru dari AS: Rupiah Menjauh dari Batas Psikologis Rp18.000, Kini Parkir di Rp17.882

31
×

Sinyal Amunisi Baru dari AS: Rupiah Menjauh dari Batas Psikologis Rp18.000, Kini Parkir di Rp17.882

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, jurnalisinvestigasi.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau sukses melakukan aksi rebound setelah sempat dihantam tekanan berat.

Berdasarkan data perdagangan akhir pekan di pasar spot, mata uang Garuda ditutup menguat 84 poin atau sebesar 0,47 persen ke level Rp17.882 per dolar AS.

Laju penguatan ini menjadi angin segar setelah rupiah sempat bergerak terpuruk dan membayangi batas psikologis kritis di angka Rp18.000 per dolar AS pada hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan investigasi pasar, sentimen utama pemicu pembalikan arah ini bersumber dari melesatnya penurunan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Data inflasi AS terbaru yang dirilis di bawah perkiraan analis membuat pasar kini hanya menghitung peluang sebesar 26 persen bagi The Fed untuk mengerek suku bunga kembali.

Turunnya tensi kebijakan moneter di Washington langsung berimbas pada melemahnya keperkasaan indeks dolar global. Kondisi ini memberikan ruang napas yang krusial bagi mata uang di kawasan regional, khususnya rupiah.

Faktor domestik turut andil setelah harga minyak mentah dunia mulai sedikit melandai dari level puncaknya, yang otomatis mengurangi beban kebutuhan valuta asing untuk impor energi.

Meski posisi rupiah telah menjauh dari ambang bahaya Rp18.000, Bank Indonesia (BI) dilaporkan tetap bersiaga memantau ketat pergerakan arus modal di pasar keuangan untuk mencegah pembalikan arah mendadak (capital outflow).

Para pelaku pasar kini menanti rilis data makroekonomi kuartalan Indonesia selanjutnya guna mengukur ketahanan daya saing rupiah di sisa akhir tahun 2026 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *